Mengenal Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)
oleh salsabel pada Feb.28, 2009, dalam kategori Jaringan
Bagi yang pengen belajar tentang jaringan terutama ingin mendapatkan panduan tentang Kabel UTP, silakan baca tulisan berikut ini. Saya berusaha menyajikan tulisan ini dengan bahasa saya sendiri agar lebih bisa dipahami daripada teks berbahasa Inggeris yang bagi sebagian orang justru membingungkan. Paling tidak tulisan ini bisa dijadikan panduan jarak jauh seorang teman saya yang membutuhkan informasi tentang kabel jaringan. Betul?
Sebelumnya saya perlu sampaikan sekali lagi bahwa catatan ini bersifat umum dan ditujukan untuk memberikan petunjuk sederhana yang lebih mudah dipahami tentang teknologi kabel jaringan atau yang sering disebut kabel UTP(Unshielded Twisted Pair). Ulasan ini tidak bersifat mutlak dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan panduan teknis, modul pelatihan atau bahan kuliah. Jika Anda merasa tidak familiar dan nyaman dengan istilah, konversi bahasa dan apapun yang saya pakai di sini silakan konsultasikan dengan praktisi atau profesional yang Anda kenal dan Anda anggap lebih mumpuni.
Baik, mari kita mulai
Jenis Kabel UTP
Ada berbagai jenis standar kabel UTP yang digunakan secara luas untuk audio dan komunikasi data. UTP dikelompokkan dengan istilah “Category” dan oleh karena itu nama tipe UTP diawali dengan CAT (diambil dari kata “Category“). Semakin tinggi kategori, semakin rapat lilitan ke-delapan pasang kabel yang ada dalam isolator kabel UTP. Semakin rapat lilitan kabel ini, berarti semakin tinggi bandwidth efektif dan kapasitas output yang dapat dicapai. Semakin tinggi Kategori juga berarti semakin jauh pula jangkauan sinyal yang bisa disalurkan oleh kabel serta semakin kecil resiko hilangnya sinyal.
Jaringan kabel data, baik analog maupun digital, dapat dianalogikan persis seperti jalur pipa PDAM sebagai jaringan penyalur air. Logikanya semakin besar volume air yang akan disalurkan, semakin besar pipa yang harus disediakan. Karena kita semua paham bahwa secara teori, pipa besar dapat menyalurkan volume air yang besar pula.
Namun ada satu lagi pemahaman penting yang menarik untuk dicermati. Dalam jaringan data, jika ada satu titik saja dalam sirkuit atau network karena suatu hal menjadi lambat, maka biasanya keseluruhan sirkuit atau network tersebut akan terpengaruh. Dalam contoh analogi saluran air, jika Anda memiliki pipa berukuran 4″ yang menyalurkan air dari satu titik ke titik lain, air akan mengalir dengan stabil dalam jarak yang jauh.
Namun jika air mengalir beberapa meter melalui pipa berukuran 4″, kemudian ada bagian kecil yang dipersempit menjadi berukuran 1″ maka otomatis output air yang diterima oleh ujung yang lain dari pipa hanyalah sebesar volume air yang dapat melewati pipa 1″, bahkan setelah selanjutnya diperbesar kembali menjadi 4″. Dengan juga halnya dalam jaringan. Jika Anda memiliki jaringan yang dirancang untuk mentransfer data dengan kecepatan 100Mbps namun Anda melakukan kesalahan kecil dengan memilih kabel yang tidak tepat, memotong kabel dengan keliru, atau membuat konektor dengan kualitas rendah maka keseluruhan jaringan akan menjadi lambat. Penurunan kecepatan ini terkunci pada kecepatan titik terendah dari keseluruhan koneksi jaringan. Dalam dunia hardware kondisi ini sering disebut sebagai bottle-neck.
Trus bagaimana cara memilih kabel yang tepat? Silakan cermati kategori Kabel UTP yang banyak beredar berikut ini:
CAT3
Kabel kategori 3 adalah kabel standar yang digunakan dalam industri telekomunikasi. Selama beberapa tahun belakangan tipe kabel ini masih digunakan secara luas di seluruh industri telekomunikasi. Kabel tipe ini bisa membawa data dengan kecepatan lebih dari 10Mbps. Untuk kepentingan transfer data dalam sirkuit audio atau transfer data kecepatan rendah biasanya cukup digunakan tipe kabel CAT3.
Kategori kabel ini banyak diminati karena relatif murah dan tersedia dalam berbagai pilihan dari segi jumlah isi inti kabel dalam 1 unit kabel UTP. Ada beberapa pilihan kabel yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. Ada yang berisi 2-pasang, 4-pasang, 6-pasang, 16-pasang, 25-pasang bahkan lebih. Konduktor dalam kabel ini terdiri dari beberapa kawat yang dililit berpasangan dengan isolator kabel yang dilengkapi dengan kode warna. Kode warna dari pasangan kabel yang ada pada CAT3 dimulai dengan “putih/biru” sebagai pasangan pertama
dan dilanjutkan dengan urutan kode warna grafik sesuai jumlah pasangan kabel.
CAT5
Kabel kategori 5 dipilih menjadi standar kabel UTP semenjak pertama kali kabel UTP populer dan digunakan untuk aplikasi komunikasi jaringan/data. Kabel CAT5 biasanya terdiri dari empat pasang kabel. Kabel ini diperuntukkan bagi aplikasi data hingga 100MHz. Tapi, meski kabel data UTP umumnya dinamakan “kabel CAT5″, Jangan keliru antara CAT5 dengan CAT5E. Kabel CAT5 sangat identik dengan kabel CAT5E kecuali bahwa kabel CAT5E memiliki standar keseragaman dan kerapatan lilitan pasangan kabel yang lebih tinggi.
CAT5E
Kabel Kategori 5E adalah standar industri baru untuk instalasi kabel data UTP. Kabel ini biasanya juga terdiri dari empat pasang kabel. Rating bandwidth kabel CAT5E adalah 100Mbps, namun bandwith maksimalnya bisa mencapai 1000Mbps jika diinstall dengan standar kualitas yang ketat. Saat ini CAT5E adalah standar baru untuk semua konstruksi kabel UTP. Oleh karenanya saat ini kabel CAT5E sudah tersedia secara luas dengan kualitas yang lebih tinggi daripada CAT5 dengan harga dasar yang hampir sama seperti CAT5. Bahkan beberapa perusahaan sudah menghentikan penggunaan kabel CAT5 dalam instalasi jaringan mereka.
CAT6
Kabel kategori 6 adalah standar kabel UTP dengan sertifikasi resmi paling tinggi. Kabel ini identik dengan CAT5E namun telah memenuhi standar yang lebih ketat bukan hanya soal kerapatan lilitan tiap pasang kabel namun juga termasuk tingkat penyaluran data, isolator kabel dan pelindung tiap pasang kabel. Dengan lilitan semakin rapat, ditambah semakin baik isolator dan pemisahan tiap pasang kabel maka semakin rendah noise atau berkurangnya sinyal sehingga CAT6 mampu menyalurkan data dengan bandwidth tertinggi di kelasnya. Kabel CAT6 biasanya juga terdiri dari empat pasang kabel tembaga. Jika Anda melakukan instalasi jaringan 1000Mbps atau Gigabit LAN, tak ada pilihan lain, kabel UTP tipe inilah yang harus digunakan.
Plenum Rated Cable
Plenum rating adalah nilai yang diberikan pada kabel dengan lapisan khusus yang jika terbakar akan menghasilkan bahan berbahaya di udara lebih sedikit. Hal ini dimaksudkan pada kondisi buruk saat terjadi kebakaran. Tipe kabel ini biasanya lebih mahal daripada kabel standar “riser”. Oleh karena itu, sebelum memulai instalasi kabel, ada baiknya Anda memeriksa kondisi bangunan untuk menentukan apakah kabel Plenum Rated Cable harus digunakan. Gambar di samping ini merupakan salah satu contoh kabel dengan Plenum Rating.
Koneksi Kabel Cross
Kabel Kategori 3 dengan pasangan tunggal dan 2 pasang kabel tanpa pelindung sudah sangat murah dan dijual dalam berbagai pilihan warna yang variatif.
Kabel ini merupakan standar industri yang dapat digunakan untuk “lintas koneksi” dari satu blok ke blok lain. Kabel tipe ini aman digunakan untuk menghubungkan jalur telekomunikasi antar sirkuit tetapi tidak baik digunakan untuk aplikasi data kecepatan tinggi.
Nah, sudah tahu kan beda Antar Tipe Kabel UTP? Sekarang Anda tinggal pilih tipe kabel mana yang sesuai dengan koneksi jaringan Anda. Pilih tipe kabel dengan bijak dan jangan hanya terpesona dengan iming-iming harga murah. Hasil kerja keras Anda ditentukan sejak saat Anda memilih kabel yang tepat bagi jaringan Anda. Jika sudah Anda putuskan, Anda bisa memulai membuat koneksi Kabel Straight maupun Kabel Cross sesuai kebutuhan Anda.
30 Komentar atas tulisan ini
5 Trackbacks / Pingbacks atas tulisan ini
-
Panduan Membuat Kabel Cross-over UTP CAT5 « Fadli Web's Blog
December 31st, 2009 on 1:50 AM[...] Berbincang tentang jaringan tentu tidak lepas dari pengetahuan dasar tentang kabel UTP. Meski ini adalah pembahasan lama yang sudah banyak ditulis, saya masih merasa perlu untuk mengulas ulang dengan gaya bahasa yang semoga lebih mudah dipahami. Untuk menyegarkan ingatan tentang tipe kabel UTP, silakan klik di sini. [...]
-
Panduan Setting Kabel UTP dengan Mode Straight « Fadli Web's Blog
December 31st, 2009 on 2:55 AM[...] Catatan: Perlu diketahui bahwa skema pengkabelan yang akan kita bicarakan di sini adalah tentang kabel straight. Setting Kabel Cross dibahas di halaman yang berbeda. Temukan ulasan tersebut di sini. Temukan juga panduan perkembangan kabel UTP di sini [...]
-
Panduan Setting Kabel UTP dengan Mode Straight « Cah Elhek's Blog
February 16th, 2010 on 7:57 AM[...] Catatan: Perlu diketahui bahwa skema pengkabelan yang akan kita bicarakan di sini adalah tentang kabel straight. Setting Kabel Cross dibahas di halaman yang berbeda. Temukan ulasan tersebut di sini. Temukan juga panduan perkembangan kabel UTP di sini [...]
-
Panduan Setting Kabel UTP dengan Mode Straight « Arif rohman hakim
May 23rd, 2010 on 5:50 PM[...] Catatan: Perlu diketahui bahwa skema pengkabelan yang akan kita bicarakan di sini adalah tentang kabel straight. Setting Kabel Cross dibahas di halaman yang berbeda. Temukan ulasan tersebut di sini. Temukan juga panduan perkembangan kabel UTP di sini [...]
-
Panduan Membuat Kabel Cross-over UTP « Devemarci's Blog
June 30th, 2010 on 9:07 PM[...] Panduan Membuat Kabel Cross-over UTP Filed under: Jaringan Komputer by devemarci — Tinggalkan komentar Juni 30, 2010 Berbincang tentang jaringan tentu tidak lepas dari pengetahuan dasar tentang kabel UTP. Meski ini adalah pembahasan lama yang sudah banyak ditulis, saya masih merasa perlu untuk mengulas ulang dengan gaya bahasa yang semoga lebih mudah dipahami. Untuk menyegarkan ingatan tentang tipe kabel UTP, silakan klik di sini. [...]


August 6th, 2009 on 9:10 PM
mas, izin copas y… nambah2 artikel buat blog gwe ntar.. thx b4
August 7th, 2009 on 9:04 AM
@dejan
Silakan, saya senang berbagi pengalaman. Jangan lupa kasih link aslinya ya..
August 23rd, 2009 on 8:09 AM
ka, fungsi masing” warna kabel utp tu apa?
thaaaaaanks
August 23rd, 2009 on 8:10 AM
ka, fungsi masing” warna kabel utp tu apa?
thaaaaaanks
August 28th, 2009 on 8:50 PM
hmm ..
November 1st, 2009 on 7:40 PM
webna bgus,,,
tapi klo bisa ditambah informasi dalam webnya??
emmm,,
Q punya bhan nee??
tlong di isi diweb anda ya??
apa fungsi ke delapan kabel yang terdapat dalam kabel utp??
terima kasih
November 2nd, 2009 on 1:57 PM
@annisa, tama, dan mira
Terimakasih.
masing masing kabel itu (secara berpasangan) pada dasarnya adalah untuk mengurangi interferensi elektromagnetik (gangguan elektromagnet) agar data bisa disalurkan dengan lebih baik. Namun ada juga yang menggunakan kabel-kabel tersebut untuk menghubungkan PC dengan perangkat lain seperti telepon dan fax (tidak direkomendasikan).
November 17th, 2009 on 12:38 PM
ijin copas,,
November 25th, 2009 on 6:00 PM
@panjul
boleh, jangan lupa kasih link ke sumbernya ya..
December 21st, 2009 on 2:30 PM
Tuk sementara, qu copy dlu y mas tulisannya, Bwt tgs,,, Gpp ya,,
December 22nd, 2009 on 7:05 AM
@ermita
iya, silakan. Tapi jangan lupa dibaca dan dipelajari juga lho ya :inlove:
January 9th, 2010 on 4:19 PM
bos ijin untuk copas,……
January 12th, 2010 on 6:00 AM
@thonie,
Silakan, Kalo mo ditampilkan ulang juga boleh, asal jangan lupa cantumkan link asli yah..
January 14th, 2010 on 4:33 AM
:silly:
makasih buanget mas…! sangat bermanfaat bagi kami yang ada di pedalaman, kami ada di pedalaman BANTEN yang ingin memberikan link internet yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar, mohon izin coppy ya mas artikelnya..?
January 15th, 2010 on 8:29 AM
@uthenk,
makasih kembali mas. Syukur bila bisa membantu upaya mulia Anda. Syukur2 bisa diajak belajar bareng di sini
Silakan, jika mau ditampilin lagi di blog Anda juga boleh. Tp jangan lupa kasih alamat aslinya ya?
semoga sukses :beer:
March 8th, 2010 on 8:25 PM
ijin copy mas,,,, thx
March 10th, 2010 on 6:18 AM
@RGP,
silakan, tapi jangan lupa sertakan link aslinya ya?
semoga sukses.
March 13th, 2010 on 4:36 AM
mas saya setting warnet pake kabel australi,,,
panjang dari mikrotik ke client maksimal 10m, semuanya ada 10 client.kita pake bandwith 1mb dari speedy,,,,
cerit punya cerita semua sudah bisa connect.. tp ad permasalahannya nih mas, ketika saya d client saya coba cek ping ke modem ok,tanpa rto,tapi ketika komputer client itu saya pake poker dan buka fb kenapa kok ada rto nya,jadi membuat lambat,saya kasi d client itu 256k,apakah pengaruh dari kabel nya yah?? atau memang begitu.. ketika si client meminta bandwitd pada modem langsung ad rtonya,, atau tidak yah,,, mohon mohon penjelasannya
March 13th, 2010 on 5:46 AM
@barubelajar,
Soal koneksi tu ada banyak variabel yang menentukan kecepatan akses:
- koneksi fisik: kabel, konektor RJ45, krimpingan (pastikan semua dalam kondisi optimal)
- jaringan: topologi, pengaturan jarak, pengaturan bandwith, router, server –> silakan cek topologi Anda apakah sudah optimal. cek juga apakah dalam waktu yang sama ada yang melakukan aktivitas download/upload bersamaan. pemakaian download manager seperti IDM akan banyak menyedot bandwith, hasilnya FB Anda jadi lambat..
- internet: koneksi ISP, kualitas ISP, trus cek juga koneksi speedy 1MB di lokasi Anda, termasuk stabil, sedang, ato lambat karena sudah overload.. silakan coba cek kecepatan ISP dengan speedtest.net. seharusnya minimal saat kondisi kosong, SPeedy 1MB bisa dapet minimal 700Kbps.
March 13th, 2010 on 1:58 PM
mas ,cek kabel pake lantester bagus mas nyala semua,cek bandwith untuk 1mb dapet 898kb mas.memang klo kita tdk browes kita cek ping tdk ad yg rto… tp pas kita browes dan download mp3 misalnya,, langsung saja rto.. aduh aduh ….. tipologinya internet->mikrotik + modem-> client
March 13th, 2010 on 4:59 PM
@barubelajar,
Hmmm sepertinya ada yang aneh dengan setting IP ato jaringan Anda.
Pertanyaan: mikrotiknya buat apaan mas? dial-up ato sekalian sama proxy, queue list dlsb? spek nya apa?
sementara itu, pastikan tidak ada kabel yang looping atau berputar kembali ke salah satu hardware modem dan router.
March 14th, 2010 on 2:18 AM
mikrotik buat pembatas bandwith mas,,, settingan biasa aj mas nggga pake proxy d mikrotik mas,,, settingan ip masuk mas bagus pas
March 24th, 2010 on 7:19 PM
ok…..thanks berat……
March 25th, 2010 on 10:58 AM
@doel,
makasih kembali bro.
April 29th, 2010 on 10:31 AM
Hebat penuh Manfaat,Makasie..
April 29th, 2010 on 10:35 AM
kalo perbedaan kemampuan kabel USB&UTP apa Bos?
May 11th, 2010 on 11:07 PM
copas yah mas.. buat pribadi aja kok…
July 25th, 2010 on 1:05 PM
numpang tanya nih:
aku coba instalasi lan untuk warnet, crimping-nya udah oke, card lan onboard jg ok, tapi tidak bisa ping dengan komputer yang lain tapi bisa untuk main internet, kesalahannya kira-kira dimana ya??? maklum newbie makasih
kalo bisa lewat e-mail.
August 5th, 2010 on 3:02 PM
Tq…
March 14th, 2010 on 8:39 PM
@barubelajar,
Jika kabel dan router baik2 saja, Saya agak curiga dengan salah satu hal berikut. (meski harus lihat fisik dulu)
- Switch-Hub: Sudah nggak full operational, banyak paket yang loss ketika jaringan padat.
- Lan Card: jika pake Ethernet Card PCI (bukan Gigabit ethernet onboard) ada kemungkinan hardware defect, LAN ga dapet full speed.
silakan di cross cek dengan perangkat lain.