Tips Maintenance Kabel Jaringan: Yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan
oleh salsabel pada Aug.02, 2009, dalam kategori Jaringan
Berikut ini adalah ulasan singkat tentang standar umum penggunaan kabel jaringan agar berfungsi optimal dan sistem yang Anda bangun bisa berjalan seperti yang diharapkan. Ada beberapa hal mendasar yang perlu dicermati saat melakukan instalasi kabel UTP. Daftar ini tidak disusun dalam urutan tertentu dan tidak disusun berdasarkan urutan pentingnya.
Sebelum memulai instalasi kabel UTP, identifikasikan dulu standar kabel yang diperlukan. Pilih salah satu tipe ,T-568A atau T-568B. Kedua tipe kabel ini memiliki karakteristik yang hampir sama namun berbeda susunan pin dan penggunaannya. Jika Anda merasa perlu silakan simak juga ulasan lengkap tentang kabel UTP di sini.
- Jika Anda bermaksud menambahkan koneksi pada jaringan yang sudah ada, pertama kali identifikasi standar apa yang telah digunakan dan ikuti standar tersebut.
- Selalu bekerja dengan cermat dengan mengikuti standar kerja dan keselamatan.
- Jangan campur tipe kabel T-568A dan T-568B dalam proyek atau jaringan yang sama.
- Jangan menekuk, menghimpit atau menggulung kabel UTP dengan paksa.
- Ikuti aturan spesifikasi radius minimal penggulungan kabel dari produsen.
- Selalu rawat kabel dan konektor dengan baik.
- Selalu gunakan perangkat yang tepat dan berkualitas saat melakukan krimping kabel kabel UTP.
- Selalu jaga pasangan kawat tetap terpelintir dengan baik sedekat mungkin dengan ujung blok, jack atau konektor.
- Jangan gunakan kabel, blok, atau konektor dengan kualitas yang lebih rendah dari kualitas yang disyaratkan untuk sistem.
- Jangan menempatkan kabel UTP dekat kabel power, lampu neon atau sumber gangguan listrik.
- Selalu gunakan topologi “star” atau “end-run” dengan mendesain masing-masing titik akhir terhubung kembali ke titik pusat, blok, switch, router, atau lainnya.
- Jangan pernah membuat “daisy-chain” dengan menghubungkan kabel UTP lebih dari satu titik akhir dalam satu kabel.
- Jangan menarik kabel UTP dengan menggunakan kekerasan. Lepas dengan tepat konektor/jack sebelum melepas kabel dari switch, blok atau slot konektor.
- Jangan tarik kabel UTP dengan paksa sehingga mengendurkan atau bahkan lepas dari konektor.
Semoga dengan tips singkat ini jaringan Anda tetap aman dan terjaga..
27 Komentar atas tulisan ini
1 Trackback or Pingback atas tulisan ini
-
Tips Maintenance Kabel Jaringan: Yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan « asnid@computer.net
December 10th, 2011 on 9:07 AM[...] SUMBER Like this: [...]

September 5th, 2009 on 1:00 PM
thanx…
September 16th, 2009 on 12:53 PM
q mw tanya, apa ada masalah kalau kita memasang warna kabel tdk memenuhi aturan?? apakah harus mengikuti aturan yg berlaku??
contoh :
pin 1. biru
pin 2. putih biru
pin 3. hijau
pin 4. putih hijau
pin 5. orange
pin 6. putih orange
pin 7. coklat
pin 6. putih coklat
bgmn?? apa berpengaruh kalo kita merubah struktur pewarnaan kabel>>????
September 18th, 2009 on 9:32 AM
@jacks,
terimakasih kembali..
@aLaM_KaNesHirO,
Dari segi konektivitas, asal kita tahu standar pengurutan warna (berdasarkan keinginan kita sendiri) saya pikir tidak ada masalah.
Mungkin baru muncul masalah jika ada dua standar berbeda yang dipake. persis seperti ulasan di atas.
October 30th, 2009 on 5:22 AM
tolong bantu saya !!!
saya baru saja membuat kabel utp 16 meter. saat saya tes dengan tester…semua normal, tapi saat saya konek ke pc dan switch…ga konek atau RTO pas di ping. setahu saya kalau kurang dari 100 meter kita tidak perlu repeater. Terima kasih
November 2nd, 2009 on 1:35 PM
@boets
Dengan asumsi test kabel Anda mengindikasikan krimping Anda baik,
#1 Silakan cek kualitas kabel Anda, beberapa kabel kw-2 terkadang bermasalah ketika digunakan untuk koneksi lebih dari 10m.
#2 Silakan coba port RJ45 yang berbeda di switch Anda. Siapa tahu port yang Anda gunakan sedang trobel.
#3 Dengan asumsi Anda menghubungkan PC baru ke LAN yang sudah ada, silakan cek koneksi antara PC lama dengan Switch. Sesuai aturan, semua harus pake koneksi kabel Straight.
#4 Cek juga switch Anda. Berapa batasan port yang bisa dipakai untuk switching. Beberapa produk Wireless LAN+Switch membatasi koneksi N-1, alias harus disisakan 1 port agar fungsi switch bisa dipake.
selamat mencoba!
January 12th, 2010 on 4:04 PM
mas, mo nanya neh.
kalo kabel yang di hubungkan dengan swicth trus lomit or no connect apa sebabnya?saya coba hubkan dengan swicth kok gitu. selain kabel saya emang ada kabel lain juga tapi susunan warnanya beda, apakah itu mempengaruhi. saya ubah settingan IP addressnya secara manual dengan swicth lain trus sambungkan PC lain juga dengan settingan manual kok terconnect dengan baik.
kira2 menurut mas salah saya dmn ya?
trima kasih buat jawabannya, juga jawaban mas tentang hiren yg smpat saya tanyakan.
January 13th, 2010 on 1:11 AM
@mikhael,
#1 cek koneksi dengan LAN tester, siapa tahu ada yang ga konek/ga sama jalurnya
#2 cek juga mode kabel yang dipake, kalo untuk PC – Switch ato Switch ke PC Anda seharusnya memakai kabel straight.
#3 cek Subnet mask yang Anda gunakan. pastikan sama. Juga range IP yang dipake, pastikan sudah tercakup dalam range yang sama. Ingat, beda subnet bisa dianggap konek tapi terkadang ada trobel saat melakukan koneksi itu sendiri.. jadi kadang putus-nyambung2.. (kayak lagu)
January 13th, 2010 on 6:33 AM
kalo misalnya dalam suatu LAN semua kabel yg di gunakan punya susunan warna “versi” org trsebut. trus sy datang dan buat kabel tambahan dengan susunan warna yg standar (putih-orange,orange,putih-hijau,biru,putih-biru,hijau,putih-coklat,coklat).apakah itu akan mempengaruhi jaringan?trus gmn carax buat IP address statik dgn dinamic?
January 15th, 2010 on 7:27 AM
@mikhael,
#1 diduga keras pengaruh gan.. soalnya standar urutan kabel beda = bikin jalur beda.
#2 IP address statik di mana nih? kalo di windows XP gampang ajah, setting default=dinamic, kalo mo pake static ke Control Panel > Network Connextion > Local Area Connection > Properties > Internet Protocol > Properties > pilih Use the following IP Address. Trus tinggal tambahin IP tertentu di kolom bawahnya. Kalo di linux kurang lebih sama. cuman istilahnya aja yang beda..
January 15th, 2010 on 7:44 PM
mksd sy di servernya mas, sy mau meskipun lewat wireless tp hanya org tertentu yang bs akses setlah IP Addressnya sy setting sesuai dengan di server (tentunya tidak sama angka). kira2 menurut mas bisa g?
oya thanks ya mas prtanyaan sy mendapat respon trus.
January 17th, 2010 on 2:47 PM
@mikhael,
Hmm.. sebentar, saya coba luruskan satu hal. Intinya, Apakah Anda ingin membatasi akses internet wireless di jaringan Anda?
Jika demikian, jawabannya adalah bisa dan pertanyaan anda sebelumnya pake IP Statis / Dinamis (maaf) kurang relevan. IP Statis dan dinamis tidak ada hubungannya dengan pembatasan akses. Jadi baik Anda setting server support dinamic address (pake DHCP) maupun set semua IP manual, selama masih ada slot IP yang kosong dan nganggur seseorang tetep bisa join ke jaringan..
Pembatasan akses wireless tergantung pada controller dan hardware jaringan tersebut. Ada model pembatasan yang bermacam-macam misalnya dengan deteksi WEP, MAC Address dll. Itu semua dilakukan pada setting WAN. Misalnya Anda pake Mikrotik, pembatasannya bisa diset langsung di sana. Begitu juga jika Anda gunakan hardware Wireless router standar.
Nah sekarang boleh tahu, hardware wireless apa yang Anda gunakan?
January 19th, 2010 on 10:50 AM
hehehe.. maaf mas, prtanyaan saya kok jd bikin bingung.
oke gini mas, saya punya akses internet. saya mau share ke tetangga, gmn caranya agar terproteksi (ada username dan passwordnya).hardware yang saya gunakan adalah modem (saya pake speedy), hub (soalx ada yang di share pake kabel juga) dan acces point (untuk wireless).kabel dari modem langsung masuk ke komputerku dulu baru ke hub.pertanyaan saya gmn caranya memproteksi?(teman bilang namanya gateway ya?)
trima kasih banyak seblumnya mas.
January 20th, 2010 on 5:48 AM
@mikhael,
ahahahah.. it’s okay. Sip, info Anda sekarang sudah Oke.
Pertanyaan berikutnya:
- Di mana Anda pasang AP Anda? dibawah hub, setara dengan PC ato langsung dari modem?
- AP Anda pake interface administrator apa? (mikrotik, webmin, dll)
Biasanya tiap interface administrator (saya sebut demikian biar lebih mudah) punya cara proteksi tersendiri. Kalo menurut saya, justru nggak pake gateway.. misalnya mikrotik, dibuat password pengguna atau daftarin mac address Wireless tiap laptop yang pengen konek, udah deh.. yang ga kedaftar minggir..
January 20th, 2010 on 6:25 AM
AP saya pasang setlah hub, jadi ada satu port di hub yang saya ambil untuk AP itu. nah itu masalahnya, saya cuman taunya pasang AP aja trus konek, masalah setting AP ato apa saya g tau sama sekali mas.bisa g selain saya di kasih tau caranya pasang username dengan password di AP juga caranya ngeblokir klo ada client yang mo akses situs2 yg g benar :-D.
trima kasih banyak ya mas…
January 21st, 2010 on 1:19 AM
@mikhael,
dulu saya pernah coba2 aktifkan mode keamanan AP merk Planet (maaf sebut merk). Hasilnya lumayan, minimal pengguna harus tahu password utk masuk ke AP. tinggal nanti password di rolling secara berkala.. 
hmmm. itu tidak masalah. coba gugling dulu pake kata kunci merk+seri+security AP Anda. trus cari di bagian keamanan, baca dan pahami lalu praktek
kalo berminat, boleh nanti hasilnya searching/manualnya diforward ke dalizo@telkom.net. Selamat ngoprek
January 20th, 2010 on 6:19 PM
:kissing: :kissing: :kissing:
menurut saya mickael ma datengin lgs aje ke salsabel karena yang gwe baca sulit kalian ber 2 berdiskusi lewat tulisan, ribet..yang ada jadi pusing sendiri. ato bung mickael kasih ke salsabel email anda terus janjian dan ketemuan ato gimanalah..yang penting bisa ketemuan tatap muka. karena keterangan dari saudara mickael kurang bisa di mengerti untuk di tindak lanjuti…
January 21st, 2010 on 1:31 AM
@cintalaura,
tapi ga papa, justru biar terlihat hidup. Untuk itu kita coba saling pahami dan kasih solusi sebaik mungkin. sapa tahu ada temen lain yang bisa kasih masukan..
hehehehe.. usul yang baik
January 21st, 2010 on 7:28 AM
oke mas sy coba ntar sarannya :rotfl: thanks juga buat sarannya mbak cinta,ntar dhe qt buat janjian aja yah…
January 21st, 2010 on 5:04 PM
@mikhael,
hahaha iya, kapan2 kopi darat gitu ya?
January 27th, 2010 on 7:26 AM
January 30th, 2010 on 6:26 AM
@mikhael,
Oke deh.. sip
January 28th, 2010 on 9:54 AM
mas salsabel, alamat emailnya yang domain telkom ya
January 30th, 2010 on 7:00 AM
@Lee,
yup, betul.
February 2nd, 2010 on 11:26 PM
lam kenal.
mas, mo nanya nih…
jadi kalo LAN kita pake switch/hub model seting kabel utp na (pc server – switch dan switch – pc client) mesti model straight semua ya?
February 5th, 2010 on 7:14 PM
@evhol,
salam kenal juga.
semua pakestraight kecuali switch — switch yang ga punya uplink port. kalo switch nya ga punya port ini, harus pake cross bro.February 11th, 2010 on 7:27 PM
ma’lum symh gaptek..
February 13th, 2010 on 10:12 AM
@ifik,
Silakan cek beberapa hal berikut:
#1 Kabel LAN, apakah sudah menancap dengan baik di Ethernet Anda.
#2 Koneksi Internet (DIAL-up modem, wireless, atau GPRS), cek apakah layanan tersedia dan sinyal cukup kuat untuk melakukan koneksi, power ke modem/perangkat tersedia dengan baik.
#3 Sudahkah Anda mengupdate database antivirus Anda dan melakukan scan menyeluruh? Sekedar info, serangan virus bisa menyebabkan jaringan overload dan putus dengan sendirinya.
CMIIW