Trik Mengelola Hosting Dengan Add-On Domain
oleh salsabel pada Feb.26, 2009, dalam kategori Internet, Web Design
Belakangan ini banyak perusahaan Hosting yang menawarkan paket menggiurkan dengan space besar, bandwith lebar sekaligus fasilitas hosting lebih dari satu situs di bawah satu akun. Tentu ini menjadi suatu hal yang menarik karena pelanggan tidak perlu membayarkan uang lebih untuk tiap website yang dikelola. Bayangkan cukup dengan satu kali bayar, satu kali login,
Anda bisa memiliki beberapa website sekaligus. Sekali merengkuh dayung dua tiga website menjadi milik kita hahaha
Add-On Domain
Model Marketing mutakhir dan paling umum beberapa situs hosting adalah dengan menawarkan pilihan “Add-On Dmmain”. Istilah ini merujuk pada domain tambahan yang dikelola di bawah akun hosting utama. Biasanya, domain-domain tambahan ini secara fisik akan ditempatkan di dalam sub-direktori root dokumen hosting. Selanjutnya Add-On Domain akan berbagi resource dengan pembatasan yang sama dengan akun hosting utama termasuk bandwith, space harddisk, akun email, database dan fasilitas lainnya. Uniknya Add-on domain dapat diakses langsung dari nama domain dedicated-nya sendiridan mempunyai akun FTP serta statistik situs sendiri. Misalnya: saya punya guntingbatukertas.com, saya tambahkan Addon Domain mentaripagi.com, saya bisa langsung akses addon domain dengan mengetikkan mentaripagi.com di browser yang saya pakai.
- Anda dapat membuat Add-on domain ini melalui Control Panel Cpanel dengan cara:
- Temukan grup “Addon Domains” dalam layar utama.
- Masukkan nama domain, nama direktori tempat penyimpanan data add-on domain berikut passwordnya.
- Ingat, jangan buat direktori dulu, CPanel otomatis akan membuatkan direktori saat proses pembuatan Addon Domain buat Anda sekaligus menambahkannya ke dalam entri data konfigurasi server hosting, mengarahkan domain ke direktori tersebut serta membuatkan akun ftp untuk domain tersebut. You only need to enjoy the ride..
Login FTP yang dipakai menggunakan format “direktori@contoh.com”. Jika Anda memiliki hosting di contoh.com dan Anda membuat addon domain bernama contoh2.com, dengan nama direktori contoh2 dan password ‘passwordku’ maka Anda akan login ke ftp.contoh.com dengan username contoh2@contoh.com dan password ‘passwordku’.
Tapi ingat, Anda tetap harus mendaftarkan nama add-on domain yang Anda pilih persis seperti Anda mendaftarkan nama domain pada umumnya. Anda juga harus mengarahkan Nameserver Domain ini (dari akun Registrar) ke Nameserver domain utama Anda.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang Search Engine dan Add-On Domain
Website biasanya akan lebih mudah dikenali Google dan mesin pencari lain jika menggunakan satu URL statis saja. Ketika Anda membuat Add-on Domain lewat CPanel dengan cara di atas, Add-on domain Anda dapat diakses melakui tiga alamat sebagai berikut:
http://www.contoh2.com
http://contoh2.contoh.com (sebagai subdomain akun hosting utama)
http://www.contoh.com/contoh2/ (sebagai subdirektori akun hosting utama)
Hal di atas bisa mengakibatkan kacaunya pencatatan statistik website oleh search engine. Oleh karena itu pastikan Anda menggunakan fitur Redirects dalam CPanel untuk mengarahkan permintaan contoh.com/contoh ke addon domain yang tepat yakni contoh2.com. Anda juga harus menambahkan entri dalam file .htacces domain And auntuk me-redirect contoh2.contoh.com ke contoh2.com.
File .htaccess Anda seharusnya kurang lebih akan berisi kode seperti di bawah ini:
Options +FollowSymLinks
RewriteEngine on
#
# Redirect if “contoh” subdomain requested
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^contoh2\.contoh.com
RewriteRule ^(.*)$ http://www.contoh2.com/$1 [R=301,L]
Penutup
Add-on Domain merupakan cara ekonomis untuk membuat hosting beberapa situs sekaligus dalam satu akun hosting. Dengan mengikuti ulasan ini Anda dapat memastikan Domain Anda tidak kacau ketika dimasukkan list oleh Search Engine.

July 21st, 2009 on 2:55 AM
bro salsabel,klo pengen ganti domain,awalnya dari mana dulu yah,sampai sekarang saya bingung buanget,saya pengen blog saya ganti nama jadi metalsoftcore,lewat 000webhost,bisa nggak ya brow,asli saya bener2 blon ngerti,mohon bantuannya,terimakasih.
July 22nd, 2009 on 8:33 AM
@jameswied
#1 anda daftar dulu nama domain anda. misalnya denga beli metalsoftcore.com ato pake yang gratisan misalnya metalsoftcore.co.cc. ada banyak penyedia domain gratis di internet. Anda tinggal gugling aja..
#2 arahkan setting nameserver web Anda dengan mengikuti petunjuk (wizard dari 000webhost) saat mendaftar di 000webhost atau ubah melalui cpanel nya.
semoga membantu.
July 24th, 2009 on 7:09 PM
terimakasih bronanti saya coba
July 26th, 2009 on 4:58 PM
@jameswied
Silakan, semoga sukses.
December 23rd, 2009 on 1:17 AM
mass info ini keren, coba dulua ah,,,
makasih mas semoga sukses
December 23rd, 2009 on 6:53 PM
@tony,
Terimakasih kembali. Sukses juga buat Anda. :beer:
December 24th, 2009 on 4:49 PM
saya punya problem sama dengan hal yang anda bahas diatas.
katakanlah nama domain saya itu adalah http://www.domain1.com dan http://www.domain2.com (domain2.com merupakan add-domain dari account http://www.domain1.com)
permasalahannya jika saya coba tampilkan di google dengan mengetikan keyword domain2.com maka akan muncul : domain1.com/domain2.com/halaman.html
bisakah anda berikan solusi untuk saya bagaimanakah mengakali melalui htaccess agar jika diklik maka yang ditampilkan adalah domain1.com/halaman.html
setidaknya saya tidak mau terlihat ada embel-embel domain1.com tsb. dan saya tidak mau terlihat bahwa domain2.com itu adalah bagian dari domain1.com
terimakasih
December 25th, 2009 on 12:19 AM
@ilman,
Review:
- domain utama: http://www.domain1.com
- domain add-on: http://www.domain2.com,
dengan demikian saya asumsikan Anda otomatis diminta membuat subfolder di domain1.com/domain2.com –> itulah sebabnya google menampilkan hasil domain1.com/domain2.com/halaman.html seperti tersebut di atas.
Saya akan coba beri solusi. Seperti ulasan tersebut di atas. Permasalahan Anda bisa diatasi dengan menambahkan .htaccess di root direktori hosting domain2.com Anda berisi baris kode berikut:
#1 Silakan buat file .htaccess dalam direktori penyimpan informasi add-on domain Anda. Misalkan http://www.domain1.com/add-on/:
Options +FollowSymlinks
RewriteEngine OnRewriteCond %{HTTP_HOST} ^domain2\.com [NC]
RewriteRule ^(.*) http://www.domain2.com/$1 [R=301,L]
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^www.domain2.domain1\.com
RewriteRule ^(.*)$ http://www.domain2.com/$1 [R=permanent,L]
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^domain2.domain1\.com
RewriteRule ^(.*)$ http://www.domain2.com/$1 [R=permanent,L]
#2 Tambahkan pula satu file .htaccess dalam domain utama misalnya: http://www.domain1.com
Options +FollowSymlinks
RewriteEngine OnRedirect /domain2 http://www.domain2.com
Seharusnya dengan cara tersebut di atas permasalahan Anda terpecahkan.. Semoga berhasil! :coffee: