<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Guntingbatukertas.com &#187; adobe photoshop tutorial</title>
	<atom:link href="http://guntingbatukertas.com/tag/adobe-photoshop-tutorial/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://guntingbatukertas.com</link>
	<description>Kumpulan Tip, Trik dan Tutorial Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Mar 2010 10:49:20 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Efek Glow dan Lights Photoshop yang menawan</title>
		<link>http://guntingbatukertas.com/desain/efek-glow-dan-lights-photoshop-yang-menawan-2/</link>
		<comments>http://guntingbatukertas.com/desain/efek-glow-dan-lights-photoshop-yang-menawan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 19:36:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salsabel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Photoshop]]></category>
		<category><![CDATA[Adobe Photoshop]]></category>
		<category><![CDATA[adobe photoshop tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Bermain Warna]]></category>
		<category><![CDATA[Glow]]></category>
		<category><![CDATA[Lights]]></category>
		<category><![CDATA[phothoshop effect]]></category>
		<category><![CDATA[tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[tutorial photoshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.guntingbatukertas.com/desain/efek-glow-dan-lights-photoshop-yang-menawan-2/</guid>
		<description><![CDATA[Kelas praktik kita kali ini membahas efek cahaya dan sinar di Photoshop. Dengan gabungan kedua efek ini, Anda bisa kembangkan imajinasi Anda untuk membuat foto editing yang menarik. Selamat menyimak.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="text-decoration: underline;"><br />
</span><img class="alignright size-thumbnail wp-image-1520" title="photoshop-lights-15-cahaya-glow" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-15-cahaya-glow1-150x150.jpg" alt="photoshop-lights-15-cahaya-glow" width="150" height="150" />Sudah lama rasanya, saya nggak nulis dan praktek Adobe Photoshop. Kali ini saya tulis lagi praktek tentang efek cahaya dan sinar, dua hal yang bikin Photoshop menarik untuk dipelajari. Kurang lebih hasil yang akan kita capai tampak seperti ilustrasi di samping ini. Nah, ingin tahu detailnya? simak lebih lanjut.<br />
<span id="more-1507"></span><br />
<strong> Efek Asap</strong><br />
Kita awali dengan membuat efek asap di background. Efek ini dibuat dengan menggunakan <strong>Render &gt; Clouds</strong> yang kemudian diberi warna dengan fasilitas overlay layer. Untuk membuatnya:</p>
<ol>
<li> Buat dokumen baru dengan ukuran <strong> 600px x 500px</strong>.</li>
<li> Beri warna background hitam <strong>[Edit &gt; Fill]</strong></li>
<li> Buat layer kosong <strong>[Layer &gt; New &gt; Layer ]</strong> kemudian pilih layer tersebut.<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-1-new-layer1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1518" title="photoshop-lights-1-new-layer" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-1-new-layer1.jpg" alt="photoshop-lights-1-new-layer" width="163" height="101" /></a></li>
<li> Gunakan <strong>Elliptical Marquee Tool</strong> untuk membuat seleksi di tengah gambar. Pilih <strong>Fixed Size</strong> dengan dimensi <strong>Width</strong>: 350px <strong>Height</strong>: 250px <strong>Feather</strong>: 80px.<br />
Pengaturan ini dapat Anda temukan di Options-Panel di bagian atas monitor ketika<strong> Elliptical Marquee Too</strong>l sudah Anda pilih.<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-2-elliptical-marquee.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1521" title="photoshop-lights-2-elliptical-marquee" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-2-elliptical-marquee.jpg" alt="photoshop-lights-2-elliptical-marquee" width="516" height="28" /></a></li>
<li>Tentukan warna hitam sebagai warna <em>foreground </em>dan warna putih sebagai warna <em>background</em>. Selanjutnya buatlah asap dalam seleksi yang sudah Anda buat <strong>[Filter &gt; Render &gt; Clouds]</strong>. Efek asap ini dibuat oleh Photoshop secara acak. Jika Anda tidak puas dengan hasilnya, Anda tinggal klik Undo dan melakukan render ulang. Saya sebut layer ini sebagai layer Asap.<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-3-elliptical-smoke.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1522" title="photoshop-lights-3-elliptical-smoke" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-3-elliptical-smoke.jpg" alt="photoshop-lights-3-elliptical-smoke" width="420" height="350" /></a></li>
<li> Buat layer kosong di atas layer Asap, kemudian pilih layer tersebut. Ubah <strong>Blending Mode</strong>-nya menjadi <strong>Overlay </strong>seperti pada gambar berikut.<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-4-blending-overlay.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1523" title="photoshop-lights-4-blending-overlay" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-4-blending-overlay.jpg" alt="photoshop-lights-4-blending-overlay" width="165" height="126" /></a></li>
<li> Di sini saya gunakan warna foreground <strong>#06c2ff </strong>dan warna <strong>#00ff7d</strong> sebagai background-nya. Gunakan <strong>Gradient Tool </strong>pada layer baru tersebut. Hasilnya kurang lebih akan terlihat seperti berikut.<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-5-smoke-gradient-color.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1524" title="photoshop-lights-5-smoke-gradient-color" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-5-smoke-gradient-color.jpg" alt="photoshop-lights-5-smoke-gradient-color" width="420" height="350" /></a></li>
</ol>
<p><strong>Teks Transparan</strong><br />
Sekarang, kita buat tulisan di atas asap yang sudah kita beri warna. Gunakan <strong>Type Tool</strong> untuk menambahkan teks. Ubah <strong>Blending mode</strong>-nya menjadi <strong>Overlay </strong>sehingga akan tampak seperti ini.</p>
<blockquote><p><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-6-glow-text.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1526" title="photoshop-lights-6-glow-text" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-6-glow-text.jpg" alt="photoshop-lights-6-glow-text" width="420" height="350" /></a></p></blockquote>
<p><strong>Efek Garis Sinar</strong><br />
Selanjutnya, kita akan buat garis yang bersinar dengan menggunakan <strong>Pen Tool.</strong> Langkah berikut ini akan membutuhkan rangkaian langkah yang agak panjang. Agar tetap bisa mengikuti, saya sarankan Anda lebih mencermati tiap detail langkah-langkah berikut.</p>
<blockquote><p><strong>Pen Tool </strong>adalah salah satu tool Photoshop yang cukup unik, baik cara penggunaannya maupun efek yang dihasilkannya. Bagi Anda yang belum pernah menggunakan tool ini saya akan berikan gambaran awal tentang apa saja yang bisa Anda temukan dalam Tombol Flyout Pen Tool berikut ini:<br />
 <a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-pen-tool.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1537" title="photoshop-pen-tool" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-pen-tool.jpg" alt="photoshop-pen-tool" width="242" height="103" /></a></p></blockquote>
<ul>
<li> <strong>Pen Tool</strong> &#8211; digunakan untuk menggambar kurva, biasanya tool ini yang digunakan pertama kali dalam suatu rangkaian kerja yang memanfaatkan garis. Anda tinggal klik dan drag pointer mouse untuk membuat sebuah kurva. Anda tidak perlu khawatir jika kurva yang Anda buat kurang menarik. Anda bisa meng-edit-nya lagi nanti.</li>
<li><strong>Add Anchor Point Tool</strong> &#8211; digunakan untuk membuat titik acuan baru dalam kurva yang sudah dibuat sebelumnya.</li>
<li><strong>Remove Anchor Point Tool</strong> &#8211; Tool ini digunakan untuk menghapus titik acuan dalam kurva Anda.</li>
<li><strong>Convert Point Tool</strong> &#8211; Gunakan tool ini untuk mengubah dan memindahkan titik acuan dalam kurva dan mengatur posisinya. Tool ini dapat digunakan dengan cara:<br />
- Klik pada titik lengkung untuk mengubahnya mejadi titik sudut<br />
- Klik dan drag sebuah titik sudut untuk mengubahnya menjadi titik lengkung<br />
- Sambil menekan tombol <strong>Ctrl</strong>, Anda juga bisa memindahkan titik acuan<br />
- Klik pada kurva untuk mengatur segmen yang bersangkutan</li>
</ul>
<ol>
<li> Nah, setelah mendapatkan sedikit gambaran di atas, sekarang kita buat kurva seperti pada gambar di bawah. Dalam langkah ini, kurva yang kita buat baru berupa path (alur) saja. Nantinya alur ini yang akan menjadi panduan posisi garis cahaya yang kita buat. Pilih <strong>Pen Tools</strong>, pastikan Anda memilih ikon <strong>Path </strong>pada panel <strong>Pen Tools</strong> di bagian atas layar seperti ilustrasi di bawah.<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-6a-pen-tool.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1525" title="photoshop-lights-6a-pen-tool" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-6a-pen-tool.jpg" alt="photoshop-lights-6a-pen-tool" width="419" height="28" /></a></li>
<li> Buat layer kosong di atas layer teks kemudian pilih layer tersebut. Agar lebih mudah, kita beri nama layer ini <strong>layer Garis Cahaya</strong></li>
<li>Pilih <strong>Brush Tool</strong>. Klik-kanan di manapun dalam gambar. Atur <strong>Master Diameter</strong> menjadi 3px dan <strong>Hardness</strong> menjadi 100%. Atur juga warna <strong>foreground </strong>menjadi putih.<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-7-brush.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1527" title="photoshop-lights-7-brush" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-7-brush.jpg" alt="photoshop-lights-7-brush" width="203" height="218" /></a></li>
<li>Pilih <strong>Pen Tool </strong>dan klik-kanan di manapun dalam gambar. Pilih <strong>Stroke Path</strong> dari menu tersebut. Pastikan bahwa <strong>Simulate Pressure</strong> sudah terpilih kemudian klik OK.<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-8-simulate-pressure.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1528" title="photoshop-lights-8-simulate-pressure" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-8-simulate-pressure.jpg" alt="photoshop-lights-8-simulate-pressure" width="271" height="54" /></a><br />
Sekarang, Anda sudah memiliki gambar sinar sepanjang path yang Anda buat seperti gambar berikut.<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-9-path-cahaya.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1529" title="photoshop-lights-9-path-cahaya" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-9-path-cahaya.jpg" alt="photoshop-lights-9-path-cahaya" width="420" height="350" /></a></li>
<li>Selanjutnya, mari kita sembunyikan path yang tadi kita buat. Buka jendela Paths <strong>[Window &gt; Paths]</strong>. Klik dalam jendela tersebut, di bawah path yang sedang aktif untuk menghilangkan seleksi. Dengan cara ini, Anda telah menyembunyikan path Anda dari tampilan.</li>
<li>Untuk menambahkan kesan sinar, sekarang kita tambahkan efek glow. Klik-kanan pada layer dan pilih B<strong>lending Options</strong>. Klik pada bagian <strong>Outer Glow</strong> dan ubah warnanya menjadi <strong>#16b5e5</strong>.</li>
</ol>
<p><strong>Kerlap-kerlip cahaya</strong><br />
Untuk menambahkan efek ini di sepanjang garis cahaya kita cukup melakukan langkah berikut. Pilih <strong>layer Garis Cahaya</strong> di atas. Gunakan <strong>Brush Tool</strong> untuk membuat titik-titik kecil di tempat yang Anda suka. Jangan lupa, gunakan ukuran brush antara 1-4px saja. Sekarang, gambar Anda akan tampak seperti berikut.</p>
<blockquote><p><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-10-path-glow.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1530" title="photoshop-lights-10-path-glow" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-10-path-glow.jpg" alt="photoshop-lights-10-path-glow" width="420" height="350" /></a></p></blockquote>
<p><strong>Efek Kabur</strong><br />
Agar lebih realistis, tambahkan <strong>Motion Blur</strong> pada garis cahaya Anda.</p>
<ol>
<li> Klik kanan pada Layer Garis Cahaya, pilih <strong>Duplicate Layer</strong>, klik <strong>OK</strong>.<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-11-duplicate-layer.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1531" title="photoshop-lights-11-duplicate-layer" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-11-duplicate-layer.jpg" alt="photoshop-lights-11-duplicate-layer" width="256" height="157" /></a></li>
<li> Sekarang, Anda memiliki dua layer yang serupa dan garis cahaya Anda tampak lebih menyala. Pilih layer bawah (layer asli) dari kedua layer tersebut. Tambahkan <strong>Motion Blur [Filter &gt; Blur &gt; Motion Blur]</strong>. Atur nilainya seperti berikut:<br />
- <strong>Angle</strong>: -30<br />
- <strong>Distance</strong>: 40</li>
<li> Ubah nilai <strong>Opacity Layer</strong> yang sudah dikaburkan tersebut menjadi 40%. Efeknya akan tampak seperti ini.<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-12-cahaya-spark.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1532" title="photoshop-lights-12-cahaya-spark" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-12-cahaya-spark.jpg" alt="photoshop-lights-12-cahaya-spark" width="420" height="350" /></a></li>
</ol>
<p><strong>Efek Bintang</strong><br />
Selanjutnya, kita akan membuat efek cahaya bintang. Pertama kali, kita akan membuat sebuah gambar bintang kemudian menerapkannya dalam layer utama. Urutan proses pembuatan bintang yang akan saya sampaikan tampak dalam ilustrasi berikut:</p>
<blockquote><p><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-13-star-bintang.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1533" title="photoshop-lights-13-star-bintang" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-13-star-bintang.jpg" alt="photoshop-lights-13-star-bintang" width="320" height="240" /></a><br />
Untuk membuat gambar tersebut, ikuti langkah berikut:</p></blockquote>
<ol>
<li> Buat sebuah layer baru kemudian pilih. Agar lebih mudah, layer ini kita beri nama <strong>Layer Bintang</strong>.</li>
<li> Atur nilai <strong>Brush </strong>menjadi 3px dan <strong>Brush Hardness </strong>menjadi 100%.</li>
<li> Gunakan<strong> Pen Tool</strong> untuk membuat path vertikal kurang lebih 100 pixel. Untuk memperkirakan ukuran dan posisinya, Anda bisa lihat di jendela <strong>Info</strong>.</li>
<li> Dengan tetap mengaktifkan<strong> Pen Tool</strong>, klik-kanan di manapun dalam gambar. Pilih <strong>Stroke Path</strong>. Pastikan pilihan <strong>Simulate Pressure</strong> terpilih, dan klik <strong>OK</strong>. Sekarang akan ada garis lurus di sepanjang path Anda. Selanjutnya, sembunyikan path. Langkahnya seperti yang sudah kita lakukan sebelumnya, buka jendela Paths <strong>[Window &gt; Paths]</strong>. Klik di luar seleksi path yang aktif.</li>
<li> Buat duplikasi layer bintang <strong>[klik-kanan dan pilih Duplicate Layer]</strong></li>
<li> Putar layer baru ini 90 derajat <strong>[Edit &gt; Transform &gt; Rotate]</strong>.</li>
<li> Gabungkan kedua layer menjadi satu [klik-kanan layer yang di atas, kemudian pilih <strong>Merge Down</strong>]</li>
<li> Buat duplikasi layer bintang sekali lagi.</li>
<li> Putar layer baru tersebut 45 derajat.</li>
<li> Atur skala layer menjadi 70% <strong>[Edit &gt; Transform &gt; Scale]</strong>.</li>
<li> Ubah nilai <strong>Opacity </strong>layer menjadi 70%.</li>
<li> Gabungkan kedua layer menjadi satu.</li>
<li> Ubah skala layer bintang menjadi 40%.</li>
<li> Copy layer style dari layer garis cahaya ke layer bintang lewat <strong>[klik kanan &gt; Copy &gt; Paste]</strong>. Ubah nilai<strong> Outer Glow</strong> dari 5 menjadi 2. [Klik kanan layer, pilih <strong>Blending Option</strong>s kemudian masuk dalam seksi <strong>Outer Glow</strong>]</li>
<li> Sekarang bintang Anda sudah jadi. Buatlah beberapa duplikasi dan tempatkan di beberapa titik yang layak. Lihat hasilnya di gambar berikut.<br />
<span style="text-decoration: underline;"><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-12-cahaya-spark.jpg"></a><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-14-bintang-star.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1535" title="photoshop-lights-14-bintang-star" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-14-bintang-star.jpg" alt="photoshop-lights-14-bintang-star" width="420" height="350" /></a></span></li>
</ol>
<p><strong>Pantulan cahaya</strong><br />
Efek terakhir yang ditambahkan adalah efek bulatan efek cahaya yang muncul dari efek pantulan sinar, efek ini disebut sebagai <em>Bokeh Effect. </em>Langkahnya sebagai berikut:<em><br />
</em></p>
<ol>
<li> Buat layer kosong, kemudian pilih. Selanjutnya kita sebut <strong>layer Bokeh</strong></li>
<li> Pilih<strong> Ellipse Tool</strong> dan buat lingkaran 50 pixel</li>
<li> Klik kanan layer, pilih <strong>Blending Options</strong>. Tambahkan efek berikut:<br />
- <strong>Color Overlay:</strong> abu-abu muda [<strong>#cccccc</strong>]<br />
- <strong>Stroke</strong>: Size: 2px | Position: inside | Color: white</li>
<li> Buat layer kosong di bawah layer tersebut, Klik kanan pada layer Bokeh, pilih <strong>Merge Down</strong>.</li>
<li> Tambahkan<strong> Gaussian Blur</strong> sebesar 1 pixel <strong>[Filters &gt; Blur &gt; Gaussian Blur]</strong>.</li>
<li> Ubah <strong>Blending mode </strong>layer tersebut menjadi <strong>Overlay </strong>dan ubah <strong>Opacity</strong>-nya menjadi 14% atau lebih kecil.</li>
<li> Buatlah dua salinan layer tersebut dan tempatkan lingkaran-lingkaran tersebut sesuai selera Anda. Gambar akhir akan tampak seperti berikut. <br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-15-cahaya-glow1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1520" title="photoshop-lights-15-cahaya-glow" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-15-cahaya-glow1.jpg" alt="photoshop-lights-15-cahaya-glow" width="420" height="350" /></a><br />
Anda bisa temukan di mana bokeh effect yang saya buat? <img src='http://guntingbatukertas.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
</ol>
<p>Nah, dengan memanfaatkan tiap efek di atas dan imajinasi Anda, Anda bisa membuat gambar yang bervariasi dan efek yang beraneka ragam. Berikut ini salah satu contoh hasil editing Photoshop dengan efek yang kita praktikkan di atas.</p>
<blockquote><p><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-15-spin-world.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1536" title="photoshop-lights-15-spin-world" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop-lights-15-spin-world.jpg" alt="photoshop-lights-15-spin-world" width="384" height="298" /></a></p></blockquote>
<p>Saya ucapkan terimakasih kepada <a title="secondpicture link" href="http://www.secondpicture.com/tutorials/digital_image_processing/light_and_glow_effect_in_photoshop.html" target="_blank">secondpicture </a>yang telah menulis panduan photoshop ini dalam bahasa aslinya. Saya menulis ulang tutorial menarik ini dengan bahasa dan gaya bahasa Indonesia dengan tambahan gambar-gambar hasil editing sendiri agar lebih mudah dipahami.</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guntingbatukertas.com/desain/efek-glow-dan-lights-photoshop-yang-menawan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Langkah Singkat Membuat Button Sederhana</title>
		<link>http://guntingbatukertas.com/desain/5-langkah-singkat-membuat-button-sederhana/</link>
		<comments>http://guntingbatukertas.com/desain/5-langkah-singkat-membuat-button-sederhana/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 17:14:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salsabel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Photoshop]]></category>
		<category><![CDATA[adobe photoshop tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Bermain Warna]]></category>
		<category><![CDATA[layout web]]></category>
		<category><![CDATA[membuat button/tombol sederhana]]></category>
		<category><![CDATA[phothoshop effect]]></category>
		<category><![CDATA[tutorial photoshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.guntingbatukertas.com/?p=397</guid>
		<description><![CDATA[Anda tidak puas dengan tampilan web yang itu-itu saja? Atau Anda sedang pengen berlatih membuat efek dengan photoshop untuk tombol navigasi web Anda? Saya sajikan tulisan singkat ini untuk memberikan inspirasi tentang apa yang dapat Anda buat dengan Photoshop.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/buttons.png"><img class="alignright size-medium wp-image-399" title="buttons" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/buttons-300x218.png" alt="buttons" width="144" height="105" /></a>Anda ingin memberikan warna baru pada web/blog Anda? Ngapain cari gambar buat tombol navigasi di Internet kalo kita bisa bikin sendiri? Tulisan singkat berikut akan memandu Anda membuat tombol dengan singkat dan cepat. Tidak perlu pemahaman mendalam terhadap program Photoshop yang saya pakai di sini. Cukup Anda ikuti tutorialnya, selanjutnya kreativitas ada di tangan Anda..</p>
<p><span id="more-397"></span></p>
<ol>
<li> Buat Layer Baru.</li>
<li> Gunakan Rounded Rectangle Tool, ganti fill pixel di bagian atas dan buat kotak memanjang<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/photoshop-button1.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-398" title="photoshop-button1" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/photoshop-button1.gif" alt="photoshop-button1" width="175" height="50" /></a></li>
<li> Edit/Free transform, atau tekan Ctrl+T. Dengan menahan tombol Shift, click pada dua titik pojok atas kotak<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/photoshop-button2.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-404" title="photoshop-button2" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/photoshop-button2.gif" alt="photoshop-button2" width="167" height="51" /></a></li>
<li> Dobel Klik pada layer untuk membuka window Layer Style, tentukan nilai seperti gambar di bawah.<br />
Drop Shadow<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/photoshop-button3.gif"><img class="alignnone size-medium wp-image-403" title="photoshop-button3" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/photoshop-button3-300x224.gif" alt="photoshop-button3" width="300" height="224" /></a><br />
Bevel and Emboss<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/photoshop-button4.gif"><img class="alignnone size-medium wp-image-402" title="photoshop-button4" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/photoshop-button4-300x223.gif" alt="photoshop-button4" width="300" height="223" /></a><br />
(dalam Bagian <strong>Color Overlay</strong> tentukan warna menjadi <strong>99ffff</strong>)<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/photoshop-button5.gif"><img class="alignnone size-medium wp-image-401" title="photoshop-button5" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/photoshop-button5-300x112.gif" alt="photoshop-button5" width="300" height="112" /></a></li>
<li> Selanjutnya, Saya kopi layer utama ke sebuah layer baru, dan dengan menggunakan efek saya ubah layer tersebut menjadi <strong>drop shadow</strong> ke arah samping, plus sedikit <strong>Gaussian Blur</strong>. Voila! Lihat hasil akhirnya..<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/photoshop-button6.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-400" title="photoshop-button6" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/photoshop-button6.gif" alt="photoshop-button6" width="173" height="48" /></a></li>
</ol>
<p>Anda masih tertarik dengan button yang lain? Baca juga tulisan selanjutnya, yakni <a title="membuat button plastik" href="./desain/membuat-button-dengan-tekstur-plastik-menarik/">Membuat button dengan tekstur plastik menarik</a>.</p>
<p>Semoga memberi inspirasi!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guntingbatukertas.com/desain/5-langkah-singkat-membuat-button-sederhana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tutorial Photoshop Membuat Button 3D Glossy</title>
		<link>http://guntingbatukertas.com/desain/tutorial-photoshop-membuat-button-3d-glossy/</link>
		<comments>http://guntingbatukertas.com/desain/tutorial-photoshop-membuat-button-3d-glossy/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 18:19:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salsabel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Photoshop]]></category>
		<category><![CDATA[Adobe Photoshop]]></category>
		<category><![CDATA[adobe photoshop tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[glossy 3d button]]></category>
		<category><![CDATA[hue saturation]]></category>
		<category><![CDATA[membuat tombol 3 dimensi]]></category>
		<category><![CDATA[rectangle tool]]></category>
		<category><![CDATA[rounded rectangle]]></category>
		<category><![CDATA[Template Web]]></category>
		<category><![CDATA[tutorial photoshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.guntingbatukertas.com/?p=538</guid>
		<description><![CDATA[Anda ingin bisa membuat sendiri tombol navigasi yang menarik? Silakan ikuti ulasan detail ini untuk mengetahui langkah demi langkah menciptakan button 3 dimensi yang berkilau.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button.gif"><img class="alignright size-full wp-image-558" title="glowing-3d-button" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button.gif" alt="glowing-3d-button" width="218" height="85" /></a>Anda pengen memperkaya web dengan tampilan yang wah? Ini saatnya Anda mengasah lagi kemampuan anda memanipulasi gambar dengan Program Pengolah Gambar. Kali ini saya mengulas cara membuat Button atau tombol tiga dimensi bernuansa glossy dengan Photoshop. Simak juga <a title="membuat button menarik" href="http://www.guntingbatukertas.com/desain/membuat-button-dengan-tekstur-plastik-menarik/">tutorial Photoshop yang lain di sini</a>.</p>
<p>Anda sudah siap? Mari kita mulai</p>
<p><span id="more-538"></span></p>
<ol>
<li> Buka Photoshop kemudian buka dokumen baru dengan ukuran sesuka Anda. Di sini saya menentukan ukuran 400&#215;200 px.<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button1.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-540" title="glowing-3d-button1" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button1.gif" alt="glowing-3d-button1" width="433" height="266" /></a></li>
<li>Isi kanvas kosong ini dengan warna abu-abu gelap, di sini saya gunakan warna <strong>#4C4C4C.</strong> Pilih <strong>Rounded Rectangle Tool</strong>:<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button2.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-541" title="glowing-3d-button2" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button2.gif" alt="glowing-3d-button2" width="204" height="122" /></a></li>
<li>Pastikan setting Toolbar Anda terlihat seperti ini:<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button2a.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-559" title="glowing-3d-button2a" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button2a.gif" alt="glowing-3d-button2a" width="640" height="27" /></a></li>
<li>Saya menggunakan warna <strong>#D32424</strong> tapi Anda bebas menggunakan warna yang Anda suka.<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button3.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-542" title="glowing-3d-button3" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button3.gif" alt="glowing-3d-button3" width="320" height="102" /></a></li>
<li>Rasterize Layer yang barusan Anda buat dengan <strong>Klik kanan Layer &gt; Rasterize Layer</strong>, kemudian gandakan dengan <strong>Klik kanan Layer &gt; Duplicate Layer</strong>. Ganti nama kedua layar dengan <strong>&#8220;Button Atas&#8221; </strong>(Layer yang di Atas) dan <strong>&#8220;Button Dasar&#8221;</strong> (Layer di bawah). Seharusnya Anda akan mendapatkan hasil seperti ini<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button4.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-543" title="glowing-3d-button4" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button4.gif" alt="glowing-3d-button4" width="206" height="188" /></a></li>
<li>Sekarang saatnya kita tambakan efek 3 dimensi. Sebelumnya, Anda perlu membuat warna dasar button Anda sedikit lebih gelap daripada Button Atas.<br />
Pilih Button Dasar, Pilih menu <strong>Image &gt; Adjustments &gt; Hue/Saturation</strong> (atau tekan dan<strong> Control+U</strong>) untuk membuka Jendela <strong>Hue/Saturation</strong>. Tentukan <strong>&#8220;Lightness&#8221;</strong> menjadi <strong>-35</strong>. Anda tidak akan langsung melihat perubahannya sampai proses berikutnya.<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button5.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-544" title="glowing-3d-button5" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button5.gif" alt="glowing-3d-button5" width="329" height="254" /></a></li>
<li>Sekarang tetap dengan layer <strong>Button Dasar</strong> tetap terpilih, tekan <strong>Panah Bawah Keyboard Anda 10 kali</strong> untuk memindah tampilan dasar button<strong> 10 pixel</strong> ke bawah. Hasilnya kurang lebih seperti ini:<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button6.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-545" title="glowing-3d-button6" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button6.gif" alt="glowing-3d-button6" width="320" height="102" /></a></li>
<li>Sekarang, tambahkan detail pada Button Atas. Pilih Button Atas pada <strong>Kotak Layer</strong> (Kanan). Tekan <strong>Ctrl + Klik</strong> pada layer tersebut. Pilih Menu <strong>Select &gt; Modify &gt; Contract</strong>, dan tentukan nilainya menjadi <strong>1px</strong>.<br />
Selanjutnya pilih Burn Tool:<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button7.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-546" title="glowing-3d-button7" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button7.gif" alt="glowing-3d-button7" width="140" height="65" /></a></li>
<li>Tentukan setting-nya di taskbar atas sebagai berikut:<br />
<strong>Brush=65, Range=Midtones, Exposure-75% </strong>:</li>
<li>Klik di luar area seleksi. Tekan tombol <strong>Shift dan drag Burn Tool</strong> ke arah kanan, melewati seleksi Anda seperti ini:<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button8.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-547" title="glowing-3d-button8" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button8.gif" alt="glowing-3d-button8" width="320" height="102" /></a></li>
<li>Selanjutnya, mari kita tambahkan efek blend pada<strong> Button Atas</strong>. <strong>Deselect Layer</strong> <strong>(Ctrl + D)</strong>, Klik pada <strong>Button Atas </strong>dalam Layer Palette. Pilih menu <strong>Layer &gt; Layer Styles &gt; Inner Glow</strong> dan atur settingnya sebagai berikut:<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button9.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-548" title="glowing-3d-button9" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button9.gif" alt="glowing-3d-button9" width="480" height="358" /></a></li>
<li>Lakukan hal yang sama pada <strong>Button Dasar</strong> dengan setting beikut ini:<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button10.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-549" title="glowing-3d-button10" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button10.gif" alt="glowing-3d-button10" width="480" height="358" /></a></li>
<li>Selanjutnya kita tambahkan efek cahaya pada button. Pertama, pilih <strong>Brush Tool</strong>, dan tentukan dengan setting berikut ini:<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button12.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-551" title="glowing-3d-button12" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button12.gif" alt="glowing-3d-button12" width="206" height="222" /></a></li>
<li>Pastikan, warna Foreground dan Background Anda pada posisi <strong>default (Hitam dan Putih)</strong>, jika Anda tidak yakin, tekan tombol<strong> &#8216;D&#8217;</strong>. Kemudian tekan<strong> &#8216;X&#8217;</strong> untuk menukar posisi keduanya. Sekarang, pilih <strong>Pen Tool</strong> pastikan Anda memilih <strong>&#8220;Paths&#8221;</strong>, bukan<strong> &#8220;Shape</strong>&#8220;. Untuk menentukan pilihan ini, pilih ikon <strong>Pen Tool Bar</strong> di bagian atas:<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button14a.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-560" title="glowing-3d-button14a" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button14a.gif" alt="glowing-3d-button14a" width="341" height="50" /></a></li>
<li>Buat path dari titik kiri ke kanan seperti gambar berikut:<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button14.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-553" title="glowing-3d-button14" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button14.gif" alt="glowing-3d-button14" width="320" height="102" /></a></li>
<li>Sekarang buat layer baru kemudian Pilih <strong>Path Selection Tool</strong> (atau tekan<strong> &#8216;A&#8217;</strong>) dan klik kanan pada <strong>Path</strong>, kemudian pilih ke bawah hingga ke bagian <strong>&#8220;Stroke Path&#8230;&#8221;</strong>. Tentukan settingnya seperti berikut ini:<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button15a.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-561" title="glowing-3d-button15a" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button15a.gif" alt="glowing-3d-button15a" width="441" height="33" /></a></li>
<li>Selanjutnya, klik kanan pada <strong>Path </strong>sekali lagi dan pilih <strong>&#8220;Delete Path&#8221;</strong>. Sekarang, button kita akan tampak kurang lebih seperti ini:<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button16.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-555" title="glowing-3d-button16" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button16.gif" alt="glowing-3d-button16" width="320" height="102" /></a></li>
<li>Mari kita tambahkan beberapa detail lagi. Pilih<strong> Dodge tool </strong>dan tentukan settingnya seperti ini:<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button16b.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-563" title="glowing-3d-button16b" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button16b.gif" alt="glowing-3d-button16b" width="441" height="33" /></a></li>
<li>Sekarang, pilih Layer Button Atas dengan menekan <strong>Ctrl + Klik</strong> pada Layer.</li>
<li>Dengan <strong>Dodge Tool</strong>, Klik pada tengah-tengah button kurang lebih 2 kali. Jangan terlalu banyak karena akibatnya bisa berabe.<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button17.gif"><img class="alignnone size-medium wp-image-556" title="glowing-3d-button17" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button17-300x96.gif" alt="glowing-3d-button17" width="300" height="96" /></a></li>
<li>Untuk sentuhan terakhir, pilih Burn tool dan pilih<strong> Button Dasar</strong>. Pastikan <strong>Burn Setting</strong> seperti ini:<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button16a.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-562" title="glowing-3d-button16a" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button16a.gif" alt="glowing-3d-button16a" width="378" height="29" /></a></li>
<li>Selanjutnya, gambar dua garis di dua sisi luar button seperti gambar berikut (Button Atas tidak tampak). Seperti ini:<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button18.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-557" title="glowing-3d-button18" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button18.gif" alt="glowing-3d-button18" width="320" height="102" /></a></li>
<li>Selesai! Anda telah berhasil. Selanjutnya Anda bisa tambahkan polesan ekstra seperti yang saya lakukan pada button Saya sehingga tampak seperti ini:<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button19.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-539" title="glowing-3d-button19" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/glowing-3d-button19.gif" alt="glowing-3d-button19" width="320" height="102" /></a></li>
</ol>
<p>Anda puas dengan hasil Anda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guntingbatukertas.com/desain/tutorial-photoshop-membuat-button-3d-glossy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat Button dengan Tekstur Plastik yang Menarik</title>
		<link>http://guntingbatukertas.com/desain/membuat-button-dengan-tekstur-plastik-menarik/</link>
		<comments>http://guntingbatukertas.com/desain/membuat-button-dengan-tekstur-plastik-menarik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 15:24:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salsabel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Photoshop]]></category>
		<category><![CDATA[Adobe Photoshop]]></category>
		<category><![CDATA[adobe photoshop tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[membuat button/tombol plastik]]></category>
		<category><![CDATA[photoshop effect]]></category>
		<category><![CDATA[tutorial photoshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.guntingbatukertas.com/?p=422</guid>
		<description><![CDATA[Anda ingin memiliki web dengan menu navigasi menarik? Anda mungkin perlu menyimak tulisan singkat tentang cara membuat tombol bertekstur plastik berikut. Dalam panduan singkat ini Anda akan dikenalkan dengan cara efektif membuat tombol web Anda dengan Photoshop.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah pada tulisan sebelumnya saya sampaikan cara <a title="membuat button sederhana" href="./desain/5-langkah-singkat-membuat-button-sederhana/">membuat tombol sederhana dengan photoshop</a>, kali ini saya <a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/button7.gif"><img class="alignright size-full wp-image-423" title="button7" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/button7.gif" alt="button7" width="186" height="56" /></a>tulis cara membuat button/tombol dengan tekstur plastik yang belakangan banyak dipakai dalam pembuatan web. Sebenarnya ada banyak cara untuk membuat tombol semacam ini. Ini hanyalah salah satu cara diantara sekian banyak cara dan trik tersebut. Yang jelas, dengan langkah ini saya harap Anda akan mendapatkan inspirasi untuk membuat kreasi Anda sendiri.</p>
<p><span id="more-422"></span></p>
<p>Mari kita mulai:</p>
<p>1. Buat Dokumen baru dengan background putih. Ukurannya terserah Anda. Saya biasa buat dengan ukuran 200&#215;200 px</p>
<p>2. Tentukan warna foreground Anda. (saya memakai warna pink= <strong>ff3969</strong>)</p>
<p><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/button1.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-425" title="button1" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/button1.gif" alt="button1" width="207" height="62" /></a></p>
<p>3. Di dalam layer yang masih kosong, buat sebuah kotak dengan <strong>Rounded Rectangle Tool</strong>, dengan <strong>radius 10</strong></p>
<p><strong><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/button1a.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-426" title="button1a" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/button1a.gif" alt="button1a" width="410" height="64" /></a><br />
</strong></p>
<p>Jangan lupa untuk mengaktifkan ikon ketiga dari kiri dalam taskbar Rounded Rectangle Tool untuk mengaktifkan pilihan Fill Pixel. Dengan memilih opsi ini, Anda secara otomatis akan mengisi kotak yang Anda buat dengan warna foreground.</p>
<p>4. Ctrl+Klik pada Layer kotak untuk memilih seluruh kotak dan gunakan <strong>gradient tool</strong> untuk menambahkan warna kedua dari sisi atas. Di sini saya pilih gradient dari warna merah (<strong>ff0000</strong>) ke warna transparan.</p>
<p><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/button2.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-427" title="button2" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/button2.gif" alt="button2" width="207" height="62" /></a></p>
<p>5. Buat layer baru dan isi dengan warna putih</p>
<p>6. Klik Toolbar<strong> Rectangular Marquee</strong> (Seleksi kotak) untuk memindahkan pilihan sedikit ke bawah. Saya memindahkan gambar pada contoh 5 piksel ke bawah.</p>
<p>7. Hapus dengan Delete kemudian deselect dengan Ctrl+D</p>
<p>8. Turunkan<strong> Opacity </strong>Layer Putih menjadi 70%</p>
<p><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/button3.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-428" title="button3" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/button3.gif" alt="button3" width="207" height="62" /></a></p>
<p>9. Anda dapat mengubah bentuk layer putih menggunakan <strong>Edit/Free Transform</strong> dan buat agak sempit.</p>
<p><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/button4.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-429" title="button4" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/button4.gif" alt="button4" width="207" height="62" /></a></p>
<p>10. Klik pada layer kotak, kemudian Dobel Klik untuk memunculkan jendela <strong>Layer Style</strong></p>
<p>11. Pilih <strong>Drop shadow</strong> (Opacity 30, Angle 120, Distance 5, Spread 0, Size 5)</p>
<p>12. <strong>Sroke</strong> (Size 1, Outside, Colour black, Opacity 35)</p>
<p><strong><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/button5.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-430" title="button5" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/button5.gif" alt="button5" width="207" height="62" /></a></strong></p>
<p>13. Berikan sentuhan akhir dengan memberikan filter Gaussian Blur pada layer putih. Filter &gt; Blur &gt; Gaussian blur 2.0px</p>
<p>Selanjutnya saya tambahkan tulisan BERANDA dengan tambahan Style: <strong>Color Overlay</strong> Warna Putih, Normal, Opacity 100%. Kemudian beri <strong>Inner Shadow</strong>: Blend Mode=Multiply, Angle 120 derajat, Distance=1px, Choke=0%, Size=1px. Hasilnya kurang lebih seperti ini</p>
<p><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/button7.gif"><img class="size-full wp-image-423 alignnone" title="button7" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/button7.gif" alt="button7" width="207" height="62" /></a></p>
<p>Bagaimana dengan kreasi Anda? Sudah puas dengan hasil Anda?</p>
<p>Terimakasih sudah membaca tulisan ini</p>
<p>Semoga bisa memberikan insprirasi..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guntingbatukertas.com/desain/membuat-button-dengan-tekstur-plastik-menarik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memahami Kurva dalam Photoshop</title>
		<link>http://guntingbatukertas.com/desain/photoshop/memahami-kurva-dalam-photoshop/</link>
		<comments>http://guntingbatukertas.com/desain/photoshop/memahami-kurva-dalam-photoshop/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 17:47:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salsabel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photoshop]]></category>
		<category><![CDATA[Adobe Photoshop]]></category>
		<category><![CDATA[adobe photoshop tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Color Balance]]></category>
		<category><![CDATA[Kurva Warna Photoshop]]></category>
		<category><![CDATA[Photoshop Curves]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.guntingbatukertas.com/?p=408</guid>
		<description><![CDATA[Fungi dalam Photoshop sangat banyak dan menarik untuk ditelusuri setiap saat. Salah satu fungsi mendasar dalam montase gambar dalam Photoshop adalah Curves/Kurva. Konsep ini sangat mirip dengan kurva dalam pelajaran Matematika SD/SMP. Pengen tahu lebih lanjut tentang fasilitas vital Photoshop ini? Silakan Ikuti tulisan berikut.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/curves.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-409" title="curves" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/curves.jpg" alt="curves" width="115" height="133" /></a>Fungi dalam Photoshop sangat banyak dan menarik untuk ditelusuri setiap saat. Salah satu fungsi mendasar dalam montase gambar dalam Photoshop adalah Curves/Kurva. Konsep ini sangat mirip dengan kurva dalam pelajaran Matematika SD/SMP. Fungsi ini dapat ditemukan dalam <strong>Image &gt; Adjustments &gt; Curves</strong> (atau dari <strong>Adjustment Layer</strong><br />
dalam <strong>Layer &gt; New Adjustment layer &gt; Curves</strong>).</p>
<p><span id="more-408"></span></p>
<p>Setting Kurva dalam Photoshop adalah salah satu instrumen vital yang mengatur tingkat kecerahan gambar dengan mudah dan efektif. Untuk mulai menggunakan kurva, buka <strong>Image &gt; Adjustments &gt; Curves</strong>.<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/curves1.jpg"><img class="size-medium wp-image-410 alignnone" title="curves1" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/curves1-300x209.jpg" alt="curves1" width="300" height="209" /></a></p>
<p>Anda akan melihat dua gradient dan satu garis. Ada dua tanda panah kecil di bagian bawah gradient. Anda bisa menukar posisi keduanya dalam gradient. Namun saya rekomendasikan untuk tetap menggunakan posisi default, yakni tanda panah hitam berada di pojok kiri bawah.</p>
<p>Lalu yang dimaksud dengan kurva dan garis lurus dalam gradient itu apa?<br />
Gradient merepresentasikan kecerahan piksel gambar. Gradient Horizontal (bawah) merepresentasikan kecerahan semua piksel dalam gambar tertentu. Gradient vertikal (atas) merepresentasikan keceraan piksel pengganti piksel sebenarnya/asli. Singkatnya begini, Anda tinggal mengubah garis ke posisi dengan tingkat kecerahan piksel tertentu (misal 50) untuk mendapatkan kecerahan yang Anda inginkan(50).</p>
<p>Jadi, jika Anda mengubah garis, ke arah manapun, rasio akan berubah dan piksel dari gambar original dengan nilai 50 akan berubah menjadi lebih terang (misal: lightness 80)<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/curves2.jpg"><br />
</a><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/curves2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-411" title="curves2" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/curves2-300x209.jpg" alt="curves2" width="300" height="209" /></a></p>
<p>atau lebih gelap (lightness: 30).<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/curves3.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-412" title="curves3" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/curves3-300x209.jpg" alt="curves3" width="300" height="209" /></a></p>
<p>Rasio ini juga ditampilkan dalam jendela Curves sebagai Input/Output Numbers.</p>
<p>Hal yang perlu diingat adalah:<br />
Semakin curam bentuk garis, maka gambar yang diedit akan semakin bertambah kontras.<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/curves4.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-413" title="curves4" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/curves4-300x209.jpg" alt="curves4" width="300" height="209" /></a></p>
<p>Semakin landai bentuk garis, maka gambar akan semakin banyak mengandung warna abu-abu.<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/curves5.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-414" title="curves5" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/curves5-300x209.jpg" alt="curves5" width="300" height="209" /></a></p>
<p>Poin penting yang perlu dicarat adalah semakin banyak perubahan dalam bentuk kurva, maka warna gambar akan semakin tidak natural (meski kadang tetap menarik).<br />
Anda juga bisa menambahkan titik tambahan dalam garis lurus tersebut dengan mengklik di bagian manapun dalam garis, atau menguranginya dengan menggeser titik keluar garis gradient. Bahkan jika menghendaki, Anda juga me-reset semua titik dengan menekan Alt+Klik pada Reset.</p>
<p>Silakan coba juga membalik gambar; Coba dengan mengubah warna hitam-putih dengan memindahkan titik kunci kiri bawah ke posisi pojok kiri atas dan titik kunci kanan atas ke posisi pojok kanan bawah. Hasilnya, warna putih akan berubah menjadi hitam, begitu juga warna hitam akan berubah menjadi putih.</p>
<p>Itulah basis kurva, silakan lakukan eksperimen Anda sendiri dan temukan kunci-kunci potensial dalam Photoshop. Selamat ber-eksplorasi!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guntingbatukertas.com/desain/photoshop/memahami-kurva-dalam-photoshop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://analytics.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Code -->
