<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Guntingbatukertas.com &#187; maintenance jaringan</title>
	<atom:link href="http://guntingbatukertas.com/tag/maintenance-jaringan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://guntingbatukertas.com</link>
	<description>Kumpulan Tip, Trik dan Tutorial Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Aug 2010 01:31:42 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tips Maintenance Kabel Jaringan: Yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan</title>
		<link>http://guntingbatukertas.com/hardware/jaringan/tips-maintenance-kabel-jaringan-yang-boleh-dan-tidak-boleh-dilakukan/</link>
		<comments>http://guntingbatukertas.com/hardware/jaringan/tips-maintenance-kabel-jaringan-yang-boleh-dan-tidak-boleh-dilakukan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 17:54:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salsabel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[instalasi kabel utp]]></category>
		<category><![CDATA[maintenance jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[networking maintenance]]></category>
		<category><![CDATA[perawatan kabel jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[Unshielded Twisted Pair]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.guntingbatukertas.com/?p=591</guid>
		<description><![CDATA[Perawatan jaringan tidak hanya mencakup hardware saja, namun juga soal kabel. Bagaimana merawat kabel jaringan Anda? Silakan ikuti ulasan singkat apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan berikut ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fguntingbatukertas.com%2Fhardware%2Fjaringan%2Ftips-maintenance-kabel-jaringan-yang-boleh-dan-tidak-boleh-dilakukan%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fguntingbatukertas.com%2Fhardware%2Fjaringan%2Ftips-maintenance-kabel-jaringan-yang-boleh-dan-tidak-boleh-dilakukan%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/network-cable.gif"><img class="alignright size-full wp-image-592" title="network-cable" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/network-cable.gif" alt="network-cable" width="108" height="123" /></a>Berikut ini adalah ulasan singkat tentang standar umum penggunaan kabel jaringan agar berfungsi optimal dan sistem yang Anda bangun bisa berjalan seperti yang diharapkan. Ada beberapa hal mendasar yang perlu dicermati saat melakukan instalasi kabel UTP. Daftar ini tidak disusun dalam urutan tertentu dan tidak disusun berdasarkan urutan pentingnya.</p>
<p>Sebelum memulai instalasi kabel UTP, identifikasikan dulu standar kabel yang diperlukan. Pilih salah satu tipe ,T-568A atau T-568B. Kedua tipe kabel ini memiliki karakteristik yang hampir sama namun berbeda susunan pin dan penggunaannya. Jika Anda merasa perlu silakan simak juga <a title="panduan kabel utp" href="http://www.guntingbatukertas.com/hardware/jaringan/mengenal-kabel-utp-unshielded-twisted-pair">ulasan lengkap tentang kabel UTP di sini</a>.</p>
<p><span id="more-591"></span></p>
<ul>
<li>Jika Anda bermaksud menambahkan koneksi pada jaringan yang sudah ada, pertama kali identifikasi standar apa yang telah digunakan dan ikuti standar tersebut.</li>
<li>Selalu bekerja dengan cermat dengan mengikuti standar kerja dan keselamatan.</li>
<li>Jangan campur tipe kabel T-568A dan T-568B dalam proyek atau jaringan yang sama.</li>
<li>Jangan menekuk, menghimpit atau menggulung kabel UTP dengan paksa.</li>
<li>Ikuti aturan spesifikasi radius minimal penggulungan kabel dari produsen.</li>
<li>Selalu rawat kabel dan konektor dengan baik.</li>
<li>Selalu gunakan perangkat yang tepat dan berkualitas saat melakukan krimping kabel kabel UTP.</li>
<li>Selalu jaga pasangan kawat tetap terpelintir dengan baik sedekat mungkin dengan ujung blok, jack atau konektor.</li>
<li>Jangan gunakan kabel, blok, atau konektor dengan kualitas yang lebih rendah dari kualitas yang disyaratkan untuk sistem.</li>
<li>Jangan menempatkan kabel UTP dekat kabel power, lampu neon atau sumber gangguan listrik.</li>
<li>Selalu gunakan topologi &#8220;star&#8221; atau &#8220;end-run&#8221; dengan mendesain masing-masing titik akhir terhubung kembali ke titik pusat, blok, switch, router, atau lainnya.</li>
<li>Jangan pernah membuat &#8220;daisy-chain&#8221; dengan menghubungkan kabel UTP lebih dari satu titik akhir dalam satu kabel.</li>
<li>Jangan menarik kabel UTP dengan menggunakan kekerasan. Lepas dengan tepat konektor/jack sebelum melepas kabel dari switch, blok atau slot konektor.</li>
<li>Jangan tarik kabel UTP dengan paksa sehingga mengendurkan atau bahkan lepas dari konektor.</li>
</ul>
<p>Semoga dengan tips singkat ini jaringan Anda tetap aman dan terjaga..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guntingbatukertas.com/hardware/jaringan/tips-maintenance-kabel-jaringan-yang-boleh-dan-tidak-boleh-dilakukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panduan Membuat Kabel Cross-over UTP CAT5</title>
		<link>http://guntingbatukertas.com/hardware/jaringan/panduan-membuat-kabel-crossover-utp-cat5/</link>
		<comments>http://guntingbatukertas.com/hardware/jaringan/panduan-membuat-kabel-crossover-utp-cat5/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 18:43:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salsabel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[cara buat kabel cross]]></category>
		<category><![CDATA[maintenance jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[panduan kabel UTP LAN]]></category>
		<category><![CDATA[setting jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[Unshielded Twisted Pair]]></category>
		<category><![CDATA[urutan pin kabel LAN Cross]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.guntingbatukertas.com/?p=607</guid>
		<description><![CDATA[Saat kita mengirim atau menerima data antara dua perangkat komputer, satu pihak akan berperan sebagai pengirin sementara yang lain sebagai penerima. Semua ini dilakukan melalui kabel jaringan yang terdiri dari beberapa pasang kabel. Beberapa kabel ini digunakan untuk mengirim data, sedangkan yang lain digunakan untuk menerima data. Kabel Cross akan meng-handle urusan ini tanpa perlu switch/hub lagi.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fguntingbatukertas.com%2Fhardware%2Fjaringan%2Fpanduan-membuat-kabel-crossover-utp-cat5%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fguntingbatukertas.com%2Fhardware%2Fjaringan%2Fpanduan-membuat-kabel-crossover-utp-cat5%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-cross-p2p.gif"><img class="size-full wp-image-614 alignright" title="cable-cross-p2p" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-cross-p2p.gif" alt="cable-cross-p2p" width="200" height="144" /></a>Berbincang tentang jaringan tentu tidak lepas dari pengetahuan dasar tentang kabel UTP. Meski ini adalah pembahasan lama yang sudah banyak ditulis, saya masih merasa perlu untuk mengulas ulang dengan gaya bahasa yang semoga lebih mudah dipahami. Untuk menyegarkan ingatan tentang <a title="panduan kabel utp" href="http://www.guntingbatukertas.com/hardware/jaringan/mengenal-kabel-utp-unshielded-twisted-pair">tipe kabel UTP, silakan klik di sini.</a></p>
<p>Berikutnya, jika diskusi kita lanjutkan lebih jauh tentang tipe koneksi kabel UTP, kita akan dihadapkan pada dua jenis koneksi yang paling sering digunakan yakni Kabel <em>Straight </em>dan Kabel <em>Cross</em>. <a title="panduan membuat kabel utp straight" href="http://www.guntingbatukertas.com/hardware/jaringan/panduan-setting-kabel-utp-dengan-mode-straight">Ulasan tentang kabel Straight dapat Anda temukan di sini</a>. Sementara itu dalam posting ini, saya akan fokus pada penggunaan tipe kabel <em>Cross</em>. Kita akan bersimulasi menghubungkan dua komputer tanpa perlu menggunakan hub atau switch.</p>
<p><span id="more-607"></span></p>
<p><strong>Kenapa kita memerlukan kabel <em>Cross-over</em>?</strong><br />
Saat kita mengirim atau menerima data antara dua perangkat komputer, satu pihak akan berperan sebagai pengirin sementara yang lain sebagai penerima. Semua ini dilakukan melalui kabel jaringan yang terdiri dari beberapa pasang kabel. Beberapa kabel ini digunakan untuk mengirim data, sedangkan yang lain digunakan untuk menerima data. Pada dasarnya kita perlu menghubungkan jalur TX (trasmit) dari satu ujung ke RX (receive). Jika ada hub, proses penghubungan jalur TX dengan RX ini telah diselesaikan oleh hardware hub. Berhubung kita saat ini tidak membahas jaringan dengan hub, koneksi harus bisa diselesaikan dengan mengatur kabel pada setting seperti dalam ilustrasi di bawah ini:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp1.gif"><img class="size-full wp-image-609 aligncenter" title="cable-utp1" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp1.gif" alt="cable-utp1" width="274" height="147" /></a></p>
<p>Hanya ada satu cara untuk membuat kabel <em>cross-over</em> dan sebenarnya caranya sangat mudah. Bagi Anda yang telah mengetahui dasar-dasar kabel UTP, tentu Anda tahu bahwa kabel cross-over dibuat dengan aturan pin tipe <strong>568A</strong> di salah satu sisi dan tipe <strong>568B </strong>di sisi yang lain. Jika Anda belum mengetahui hal ini, jangan khawatir karena saya akan menjelaskan hal tersebut dengan singkat dan jelas kepada Anda.</p>
<p>Seperti disebutkan sebelumnya, sebuah kabel Cross menghubungkan titik TX komputer satu ke RX komputer yang lain dan sebaliknya.</p>
<p>Silakan cermati urutan pin Cross kabel CAT5 sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp2.gif"><img class="size-full wp-image-610 aligncenter" title="cable-utp2" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp2.gif" alt="cable-utp2" width="326" height="130" /></a></p>
<p>Seperti yang Anda lihat, hanya 4 pin diperlukan untuk koneksi kabel cross-over. Bila Anda membeli kabel Cross yang sudah jadi, Anda mungkin menemukan bahwa kedelapan pin digunakan. Kabel ini sama saja dengan yang ditampilkan di atas, beberapa pin sengaja dipasang meskipun tidak digunakan.<br />
Hal ini tidak akan berakibat apa-apa, hanya agar kabel tampak lebih rapi. <img src='http://guntingbatukertas.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Berikut adalah urutan pin kabel cross-over dengan posisi semua pasang kabel tetap dihubungkan (meski tidak digunakan):</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp3.gif"><img class="size-full wp-image-611 aligncenter" title="cable-utp3" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp3.gif" alt="cable-utp3" width="316" height="193" /></a></p>
<p><strong>Di mana lagi kabel Cross-over diperlukan?</strong><br />
Kabel <em>Cross </em>tidak hanya digunakan untuk menghubungkan komputer, tetapi juga berbagai perangkat lain. Koneksi lain yang dikenal paling sering dengan menggunakan kabel <em>Cross </em>adalah switch dan hub. Jika Anda memiliki dua hub dan Anda harus menghubungkan keduanya, Anda bisa menggunakan port uplink yang secara khusus ketika diaktifkan akan mem-by pass proses cross Tx dan RX sehingga seakan-akan kita tetap menggunakan kabel <em>Straight</em>. Trus bagaimana jika tidak ada uplink port atau ada tapi sudah dipakai?</p>
<p>Kabel cross akan memecahkan masalah Anda dan menghubungkan kedua hub dengan baik. Perhatikan ilustrasi berikut untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang apa yang saya bicarakan:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp4.gif"><img class="size-full wp-image-612 aligncenter" title="cable-utp4" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp4.gif" alt="cable-utp4" width="363" height="158" /></a></p>
<p>Seperti yang dapat Anda lihat dalam ilustrasi di atas, berkat adanya uplink port, Anda tidak memerlukan kabel <em>Cross</em>.</p>
<p>Mari sekarang kita lihat bagaimana jika kita tidak memiliki sisa port uplink. Dalam hal ini kita harus membuat sebuah kabel <em>cross-over</em> untuk menghubungkan kedua hub:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp5.gif"><img class="size-full wp-image-613 aligncenter" title="cable-utp5" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp5.gif" alt="cable-utp5" width="363" height="158" /></a></p>
<p>Saya juga sudah siapkan ilustrasi yang membandingkan kabel <em>Cross </em>dengan kabel <em>Straight </em>di bawah ini:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp6.gif"><img class="size-full wp-image-608 aligncenter" title="cable-utp6" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp6.gif" alt="cable-utp6" width="408" height="199" /></a></p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guntingbatukertas.com/hardware/jaringan/panduan-membuat-kabel-crossover-utp-cat5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>53</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)</title>
		<link>http://guntingbatukertas.com/hardware/jaringan/mengenal-kabel-utp-unshielded-twisted-pair/</link>
		<comments>http://guntingbatukertas.com/hardware/jaringan/mengenal-kabel-utp-unshielded-twisted-pair/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 17:39:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salsabel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[instalasi kabel utp]]></category>
		<category><![CDATA[maintenance jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[Unshielded Twisted Pair]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.guntingbatukertas.com/?p=586</guid>
		<description><![CDATA[Anda ingin belajar lebih jauh tentang kabel jaringan? silakan ikuti ulasan tentang berbagai kategorisasi kabel LAN atau yang sering disebut sebagai kabel UTP berikut ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fguntingbatukertas.com%2Fhardware%2Fjaringan%2Fmengenal-kabel-utp-unshielded-twisted-pair%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fguntingbatukertas.com%2Fhardware%2Fjaringan%2Fmengenal-kabel-utp-unshielded-twisted-pair%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/kabel-utp.gif"><img class="size-medium wp-image-587 alignright" title="kabel-utp" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/kabel-utp-300x244.gif" alt="kabel-utp" width="126" height="102" /></a>Bagi yang pengen belajar tentang jaringan terutama ingin mendapatkan panduan tentang Kabel UTP, silakan baca tulisan berikut ini. Saya berusaha menyajikan tulisan ini dengan bahasa saya sendiri agar lebih bisa dipahami daripada teks berbahasa Inggeris yang bagi sebagian orang justru membingungkan. Paling tidak tulisan ini bisa dijadikan panduan jarak jauh seorang teman saya yang membutuhkan informasi tentang kabel jaringan. Betul?</p>
<p><span id="more-586"></span></p>
<p>Sebelumnya saya perlu sampaikan sekali lagi bahwa catatan ini bersifat umum dan ditujukan untuk memberikan petunjuk sederhana yang lebih mudah dipahami tentang teknologi kabel jaringan atau yang sering disebut kabel UTP(<em>Unshielded Twisted Pair</em>). Ulasan ini tidak bersifat mutlak dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan panduan teknis, modul pelatihan atau bahan kuliah. Jika Anda merasa tidak familiar dan nyaman dengan istilah, konversi bahasa dan apapun yang saya pakai di sini silakan konsultasikan dengan praktisi atau profesional yang Anda kenal dan Anda anggap lebih mumpuni.</p>
<p>Baik, mari kita mulai</p>
<p><strong>Jenis Kabel UTP</strong><br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/evolusi-kabel-network.gif"><img class="alignright size-medium wp-image-595" title="evolusi-kabel-network" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/evolusi-kabel-network-300x267.gif" alt="evolusi-kabel-network" width="300" height="267" /></a>Ada berbagai jenis standar kabel UTP yang digunakan secara luas untuk audio dan komunikasi data. UTP dikelompokkan dengan istilah &#8220;<em>Category</em>&#8221; dan oleh karena itu nama tipe UTP diawali dengan CAT (diambil dari kata &#8220;<em>Category</em>&#8220;). Semakin tinggi kategori, semakin rapat lilitan ke-delapan pasang kabel yang ada dalam isolator kabel UTP. Semakin rapat lilitan kabel ini, berarti semakin tinggi bandwidth efektif dan kapasitas output yang dapat dicapai. Semakin tinggi Kategori juga berarti semakin jauh pula jangkauan sinyal yang bisa disalurkan oleh kabel serta semakin kecil resiko hilangnya sinyal.</p>
<p>Jaringan kabel data, baik analog maupun digital, dapat dianalogikan persis seperti jalur pipa PDAM sebagai jaringan penyalur air. Logikanya semakin besar volume air yang akan disalurkan, semakin besar pipa yang harus disediakan. Karena kita semua paham bahwa secara teori, pipa besar dapat menyalurkan volume air yang besar pula.</p>
<p>Namun ada satu lagi pemahaman penting yang menarik untuk dicermati. Dalam jaringan data, jika ada satu titik saja dalam sirkuit atau network karena suatu hal menjadi lambat, maka biasanya keseluruhan sirkuit atau network tersebut akan terpengaruh. Dalam contoh analogi saluran air, jika Anda memiliki pipa berukuran 4&#8243; yang menyalurkan air dari satu titik ke titik lain, air akan mengalir dengan stabil dalam jarak yang jauh.</p>
<p>Namun jika air mengalir beberapa meter melalui pipa berukuran 4&#8243;, kemudian ada bagian kecil yang dipersempit menjadi berukuran 1&#8243; maka otomatis output air yang diterima oleh ujung yang lain dari pipa hanyalah sebesar volume air yang dapat melewati pipa 1&#8243;, bahkan setelah selanjutnya diperbesar kembali menjadi 4&#8243;. Dengan juga halnya dalam jaringan. Jika Anda memiliki jaringan yang dirancang untuk mentransfer data dengan kecepatan 100Mbps namun Anda melakukan kesalahan kecil dengan memilih kabel yang tidak tepat, memotong kabel dengan keliru, atau membuat konektor dengan kualitas rendah maka keseluruhan jaringan akan menjadi lambat. Penurunan kecepatan ini terkunci pada kecepatan titik terendah dari keseluruhan koneksi jaringan. Dalam dunia hardware kondisi ini sering disebut sebagai <em>bottle-neck</em>.</p>
<p>Trus bagaimana cara memilih kabel yang tepat? Silakan cermati kategori Kabel UTP yang banyak beredar berikut ini:</p>
<p><strong>CAT3 </strong><br />
Kabel kategori 3 adalah kabel standar yang digunakan dalam industri telekomunikasi. Selama beberapa tahun belakangan tipe kabel ini masih digunakan secara luas di seluruh industri telekomunikasi. Kabel tipe ini bisa membawa data dengan kecepatan lebih dari 10Mbps. Untuk kepentingan transfer data dalam sirkuit audio atau transfer data kecepatan rendah biasanya cukup digunakan tipe kabel CAT3.</p>
<p>Kategori kabel ini banyak diminati karena relatif murah dan tersedia dalam berbagai pilihan dari segi jumlah isi inti kabel dalam 1 unit kabel UTP. Ada beberapa pilihan kabel yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. Ada yang berisi 2-pasang, 4-pasang, 6-pasang, 16-pasang, 25-pasang bahkan lebih. Konduktor dalam kabel ini terdiri dari beberapa kawat yang dililit berpasangan dengan isolator kabel yang dilengkapi dengan kode warna. Kode warna dari pasangan kabel yang ada pada CAT3 dimulai dengan &#8220;putih/biru&#8221; sebagai pasangan pertama<br />
dan dilanjutkan dengan urutan kode warna grafik sesuai jumlah pasangan kabel.</p>
<p><strong>CAT5 </strong><br />
Kabel kategori 5 dipilih menjadi standar kabel UTP semenjak pertama kali kabel UTP populer dan digunakan untuk aplikasi komunikasi jaringan/data. Kabel CAT5 biasanya terdiri dari empat pasang kabel. Kabel ini diperuntukkan bagi aplikasi data hingga 100MHz. Tapi, meski kabel data UTP umumnya dinamakan &#8220;kabel CAT5&#8243;, Jangan keliru antara CAT5 dengan CAT5E. Kabel CAT5 sangat identik dengan kabel CAT5E kecuali bahwa kabel CAT5E memiliki standar keseragaman dan kerapatan lilitan pasangan kabel yang lebih tinggi.</p>
<p><strong>CAT5E</strong><br />
Kabel Kategori 5E adalah standar industri baru untuk instalasi kabel data UTP. Kabel ini biasanya juga terdiri dari empat pasang kabel. Rating bandwidth kabel CAT5E adalah 100Mbps, namun bandwith maksimalnya bisa mencapai 1000Mbps jika diinstall dengan standar kualitas yang ketat. Saat ini CAT5E adalah standar baru untuk semua konstruksi kabel UTP. Oleh karenanya saat ini kabel CAT5E sudah tersedia secara luas dengan kualitas yang lebih tinggi daripada CAT5 dengan harga dasar yang hampir sama seperti CAT5. Bahkan beberapa perusahaan sudah menghentikan penggunaan kabel CAT5 dalam instalasi jaringan mereka.</p>
<p><strong>CAT6</strong><br />
Kabel kategori 6 adalah standar kabel UTP dengan sertifikasi resmi paling tinggi. Kabel ini identik dengan CAT5E namun telah memenuhi standar yang lebih ketat bukan hanya soal kerapatan lilitan tiap pasang kabel namun juga termasuk tingkat penyaluran data, isolator kabel dan pelindung tiap pasang kabel. Dengan lilitan semakin rapat, ditambah semakin baik isolator dan pemisahan tiap pasang kabel maka semakin rendah <em>noise </em>atau berkurangnya sinyal sehingga CAT6 mampu menyalurkan data dengan bandwidth tertinggi di kelasnya. Kabel CAT6 biasanya juga terdiri dari empat pasang kabel tembaga. Jika Anda melakukan instalasi jaringan 1000Mbps atau Gigabit LAN, tak ada pilihan lain, kabel UTP tipe inilah yang harus digunakan.</p>
<p><em><strong>Plenum Rated Cable</strong></em><br />
<em><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/plenum-rated-cable.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-588" title="plenum-rated-cable" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/plenum-rated-cable.gif" alt="plenum-rated-cable" width="175" height="107" /></a>Plenum rating</em> adalah nilai yang diberikan pada kabel dengan lapisan khusus yang jika terbakar akan menghasilkan bahan berbahaya di udara lebih sedikit. Hal ini dimaksudkan pada kondisi buruk saat terjadi kebakaran. Tipe kabel ini biasanya lebih mahal daripada kabel standar “<em>riser</em>”. Oleh karena itu, sebelum memulai instalasi kabel, ada baiknya Anda memeriksa kondisi bangunan untuk menentukan apakah kabel <em>Plenum Rated Cable </em>harus digunakan. Gambar di samping ini merupakan salah satu contoh kabel dengan <em>Plenum Rating</em>.</p>
<p><strong>Koneksi Kabel Cross</strong><br />
Kabel Kategori 3 dengan pasangan tunggal dan 2 pasang kabel tanpa pelindung sudah sangat murah dan dijual dalam berbagai pilihan warna yang variatif.</p>
<p>Kabel ini merupakan standar industri yang dapat digunakan untuk &#8220;lintas koneksi&#8221; dari satu blok ke blok lain. Kabel tipe ini aman digunakan untuk menghubungkan jalur telekomunikasi antar sirkuit tetapi tidak baik digunakan untuk aplikasi data kecepatan tinggi.</p>
<p>Nah, sudah tahu kan beda Antar Tipe Kabel UTP? Sekarang Anda tinggal pilih tipe kabel mana yang sesuai dengan koneksi jaringan Anda. Pilih tipe kabel dengan bijak dan jangan hanya terpesona dengan iming-iming harga murah. Hasil kerja keras Anda ditentukan sejak saat Anda memilih kabel yang tepat bagi jaringan Anda. Jika sudah Anda putuskan, Anda bisa memulai <a title="membuat koneksi kabel utp straight" href="http://www.guntingbatukertas.com/hardware/jaringan/panduan-setting-kabel-utp-dengan-mode-straight">membuat koneksi Kabel Straight</a> maupun <a title="membuat koneksi kabel utp cross over" href="http://www.guntingbatukertas.com/hardware/jaringan/panduan-membuat-kabel-crossover-utp-cat5">Kabel Cross </a>sesuai kebutuhan Anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guntingbatukertas.com/hardware/jaringan/mengenal-kabel-utp-unshielded-twisted-pair/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://analytics.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->
