<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Guntingbatukertas.com &#187; setting jaringan</title>
	<atom:link href="http://guntingbatukertas.com/tag/setting-jaringan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://guntingbatukertas.com</link>
	<description>Kumpulan Tip, Trik dan Tutorial Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 02 Apr 2011 21:03:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Panduan Sharing Printer di Jaringan</title>
		<link>http://guntingbatukertas.com/sistem-operasi/windows/panduan-sharing-printer-di-jaringan/</link>
		<comments>http://guntingbatukertas.com/sistem-operasi/windows/panduan-sharing-printer-di-jaringan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2009 18:25:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salsabel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[Windows]]></category>
		<category><![CDATA[Microsoft Windows]]></category>
		<category><![CDATA[print lewat jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[setting jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[setting printer jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[windows file and printer sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.guntingbatukertas.com/?p=640</guid>
		<description><![CDATA[Anda pengen mengoptimalkan jaringan Anda untuk membuat sharing printer? Dengan cara ini Anda bisa mencetak dokumen dari komputer yang terhubung via network. Dengan demikian Anda bukan saja mengoptimalkan penggunaan jaringan tapi juga bisa menghemat biaya operasional. Cara ini cocok untuk diterapkan di Lab komputer, Kantor, Rental maupun Warnet. Selamat mencoba!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/03/printer-sharing.gif"><img class="size-full wp-image-641 alignleft" title="printer-sharing" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/03/printer-sharing.gif" alt="printer-sharing" width="116" height="116" /></a>Printer belakangan ini sudah semakin murah. Namun jika tiap komputer harus punya satu printer itu namanya pemborosan. Pemakaian printer yang di beberapa warnet yang punya puluhan klien saja sudah cukup ditangani oleh 2 sampe 3 printer. Sebuah divisi dalam sebuah perusahaan yang punya 10 komputer dalam satu ruangan, menurut saya cukup memiliki maksimal 4 printer saja. kecuali perusahaan percetakan yang kerjanya cetak-mencetak dengan frekuensi yang tinggi. Intinya kalo ngomong soal usaha, biaya produksi bisa dikurangi hanya dengan mengurangi printer. Belum lagi faktor cartridge yang harganya hampir sama dengan harga printer itu sendiri&#8230; alamak!</p>
<p><span id="more-640"></span></p>
<p>Model pemakaian satu printer untuk beberapa user ini sering dikenal dengan Printer Sharing. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk membuat beberapa komputer berbagi satu printer. Mulai dari model jaringan LAN, switch printer, bahkan manual switch alias colokin ke komputer jika perlu saja. <img src='http://guntingbatukertas.com/wp-includes/images/blank.gif' alt=':)' title=':)' class='wp-smiley smiley-1' /> </p>
<p>Dalam ulasan kali ini saya akan memaparkan langkah-demi-langkah setting printer agar dapat dipakai oleh beberapa komputer dengan memanfaatkan fasilitas <em>File and Printer Sharing</em> punya Windows. Mungkin bagi sebagian dari Anda tulisan ini sudah tidak relevan lagi, tapi tidak mengapa. Saya sengaja memuat kembali tulisan ini untuk menyediakan referensi bagi rekan yang masih membutuhkan. Terlebih lagi cara ini bisa sangat menghemat penggunaan printer terutama untuk Lab, kantor, rental dan Warnet.</p>
<p>Sebelum memulai langkah berikut saya asumsikan Anda telah menyiapkan jaringan LAN Anda. Masing-masing komputer sudah memiliki IP addres yang tepat dan tergabung daam sebuah workgroup. Di sini saya pakai nama default &#8220;WORKGROUP&#8221; untuk nama network yang saya gunakan.</p>
<p>Jika Anda masih tertarik untuk menyimak langkah pemilihan kabel dan cara membuat krimping kabel UTP untuk jaringan, silakan klik di sini. Soal topologi jaringan, silakan Anda pilih sendiri sesuai keperluan Anda.</p>
<p>Pada proses printer sharing ini ada dua tahap yang perlu dilakukan sebagai berikut:<br />
<strong>Pertama, Membuka Fasilitas Sharing Printer pada komputer Host.</strong><br />
Yang dimaksud dengan komputer host adalah komputer yang memiliki printer. Kalo di rental atau warnet, seringkali komputer host ini disebut sebagai server layanan. Printer yang ada di komputer inilah yang nantinya dibagi dan dipake rame-rame dengan memanfaatkan fasilitas File and Printer Sharing Windows. Namun ada baiknya Anda pastikan terlebih dahulu bahwa driver printer sudah terinstall dan dapat berjalan dengan baik.<br />
Selanjutnya lakukan langkah berikut:</p>
<ol>
<li>Buka<strong> Control Panel &gt; Printer and Faxes</strong>, klik kanan pada Printer Anda &gt; Pilih<strong> Sharing</strong>. Dalam contoh ini saya pakai printer HP Deskjet 4300 Series.<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/03/sharing-printer1.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-648" title="sharing-printer1" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/03/sharing-printer1.gif" alt="sharing-printer1" width="178" height="209" /></a></li>
<li>Selanjutnya akan muncul Tab Sharing Properties seperti di bawah ini. Pastikan Anda memilih Checkbox <em><strong>Share this printer</strong></em>, Beri nama sesuka Anda dan akhiri dengan klik OK. Jika ada permintaan CD Windows, atau konfirmasi dari printer sharing, pilih <em><strong>&#8220;Just Enable File and Printer Sharing&#8221; </strong></em>dan Klik <strong>OK</strong>.<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/03/sharing-printer2.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-647" title="sharing-printer2" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/03/sharing-printer2.gif" alt="sharing-printer2" width="371" height="364" /></a></li>
</ol>
<p>Sampai di sini setting komputer host sudah selesai.</p>
<p>Selanjutnya<strong> Tahap kedua, </strong>yakni <strong>Setting Printer di komputer klien</strong>. Berikut langkah-langkahnya:</p>
<ol>
<li> Buka<strong> Control Panel</strong> &gt; <strong>Printer and Faxes</strong> &gt; Pada tab di sebelah kiri pilih <strong>Add a Printer</strong>. Lebih jelasnya perhatikan gambar berikut:<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/03/sharing-printer3.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-646" title="sharing-printer3" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/03/sharing-printer3.gif" alt="sharing-printer3" width="146" height="182" /></a></li>
<li>Selanjutnya akan terbuka <strong>Add Printer Wizard</strong>, Klik<strong> Next<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/03/sharing-printer4.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-645" title="sharing-printer4" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/03/sharing-printer4.gif" alt="sharing-printer4" width="402" height="314" /></a><br />
</strong></li>
<li> Pilih tipe printer yang akan digunakan, pastikan Anda memilih <strong>Network Printer</strong> &gt; <strong>Next<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/03/sharing-printer5.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-644" title="sharing-printer5" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/03/sharing-printer5.gif" alt="sharing-printer5" width="402" height="314" /></a><br />
</strong></li>
<li> Browse printer pada jaringan Anda, pastikan Anda tidak salah alamat <img src='http://guntingbatukertas.com/wp-includes/images/blank.gif' alt=':)' title=':)' class='wp-smiley smiley-1' /> akhiri dengan <strong>Next<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/03/sharing-printer6.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-643" title="sharing-printer6" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/03/sharing-printer6.gif" alt="sharing-printer6" width="402" height="314" /></a><br />
</strong></li>
<li> Komputer akan mengkonfirmasi apakah Printer Jaringan ini akan dijadikan <strong>Printer Utama</strong>? Pilih sesuai kebutuhan. Saya menyarankan Anda pilih <strong>Yes</strong> &gt;<strong> Next<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/03/sharing-printer7.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-642" title="sharing-printer7" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/03/sharing-printer7.gif" alt="sharing-printer7" width="402" height="314" /></a><br />
</strong></li>
<li><strong>Akhiri Wizard </strong>dengan klik <strong>Finish</strong>.<br />
<a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/03/sharing-printer8.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-649" title="sharing-printer8" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/03/sharing-printer8.gif" alt="sharing-printer8" width="402" height="314" /></a></li>
</ol>
<p><em>That&#8217;s it</em>. Anda sudah berhasil mengkoneksikan komputer klien ke printer jaringan. Berikutnya, silakan Anda print sebuah dokumen dari komputer klien menggunakan printer yang baru saja Anda setting. Semoga berhasil!</p>
<div class="shr-publisher-640"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guntingbatukertas.com/sistem-operasi/windows/panduan-sharing-printer-di-jaringan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>75</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panduan Membuat Kabel Cross-over UTP CAT5</title>
		<link>http://guntingbatukertas.com/hardware/jaringan/panduan-membuat-kabel-crossover-utp-cat5/</link>
		<comments>http://guntingbatukertas.com/hardware/jaringan/panduan-membuat-kabel-crossover-utp-cat5/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 18:43:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salsabel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[cara buat kabel cross]]></category>
		<category><![CDATA[maintenance jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[panduan kabel UTP LAN]]></category>
		<category><![CDATA[setting jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[Unshielded Twisted Pair]]></category>
		<category><![CDATA[urutan pin kabel LAN Cross]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.guntingbatukertas.com/?p=607</guid>
		<description><![CDATA[Saat kita mengirim atau menerima data antara dua perangkat komputer, satu pihak akan berperan sebagai pengirin sementara yang lain sebagai penerima. Semua ini dilakukan melalui kabel jaringan yang terdiri dari beberapa pasang kabel. Beberapa kabel ini digunakan untuk mengirim data, sedangkan yang lain digunakan untuk menerima data. Kabel Cross akan meng-handle urusan ini tanpa perlu switch/hub lagi.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-cross-p2p.gif"><img class="size-full wp-image-614 alignright" title="cable-cross-p2p" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-cross-p2p.gif" alt="cable-cross-p2p" width="200" height="144" /></a>Berbincang tentang jaringan tentu tidak lepas dari pengetahuan dasar tentang kabel UTP. Meski ini adalah pembahasan lama yang sudah banyak ditulis, saya masih merasa perlu untuk mengulas ulang dengan gaya bahasa yang semoga lebih mudah dipahami. Untuk menyegarkan ingatan tentang <a title="panduan kabel utp" href="http://www.guntingbatukertas.com/hardware/jaringan/mengenal-kabel-utp-unshielded-twisted-pair">tipe kabel UTP, silakan klik di sini.</a></p>
<p>Berikutnya, jika diskusi kita lanjutkan lebih jauh tentang tipe koneksi kabel UTP, kita akan dihadapkan pada dua jenis koneksi yang paling sering digunakan yakni Kabel <em>Straight </em>dan Kabel <em>Cross</em>. <a title="panduan membuat kabel utp straight" href="http://www.guntingbatukertas.com/hardware/jaringan/panduan-setting-kabel-utp-dengan-mode-straight">Ulasan tentang kabel Straight dapat Anda temukan di sini</a>. Sementara itu dalam posting ini, saya akan fokus pada penggunaan tipe kabel <em>Cross</em>. Kita akan bersimulasi menghubungkan dua komputer tanpa perlu menggunakan hub atau switch.</p>
<p><span id="more-607"></span></p>
<p><strong>Kenapa kita memerlukan kabel <em>Cross-over</em>?</strong><br />
Saat kita mengirim atau menerima data antara dua perangkat komputer, satu pihak akan berperan sebagai pengirin sementara yang lain sebagai penerima. Semua ini dilakukan melalui kabel jaringan yang terdiri dari beberapa pasang kabel. Beberapa kabel ini digunakan untuk mengirim data, sedangkan yang lain digunakan untuk menerima data. Pada dasarnya kita perlu menghubungkan jalur TX (trasmit) dari satu ujung ke RX (receive). Jika ada hub, proses penghubungan jalur TX dengan RX ini telah diselesaikan oleh hardware hub. Berhubung kita saat ini tidak membahas jaringan dengan hub, koneksi harus bisa diselesaikan dengan mengatur kabel pada setting seperti dalam ilustrasi di bawah ini:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp1.gif"><img class="size-full wp-image-609 aligncenter" title="cable-utp1" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp1.gif" alt="cable-utp1" width="274" height="147" /></a></p>
<p>Hanya ada satu cara untuk membuat kabel <em>cross-over</em> dan sebenarnya caranya sangat mudah. Bagi Anda yang telah mengetahui dasar-dasar kabel UTP, tentu Anda tahu bahwa kabel cross-over dibuat dengan aturan pin tipe <strong>568A</strong> di salah satu sisi dan tipe <strong>568B </strong>di sisi yang lain. Jika Anda belum mengetahui hal ini, jangan khawatir karena saya akan menjelaskan hal tersebut dengan singkat dan jelas kepada Anda.</p>
<p>Seperti disebutkan sebelumnya, sebuah kabel Cross menghubungkan titik TX komputer satu ke RX komputer yang lain dan sebaliknya.</p>
<p>Silakan cermati urutan pin Cross kabel CAT5 sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp2.gif"><img class="size-full wp-image-610 aligncenter" title="cable-utp2" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp2.gif" alt="cable-utp2" width="326" height="130" /></a></p>
<p>Seperti yang Anda lihat, hanya 4 pin diperlukan untuk koneksi kabel cross-over. Bila Anda membeli kabel Cross yang sudah jadi, Anda mungkin menemukan bahwa kedelapan pin digunakan. Kabel ini sama saja dengan yang ditampilkan di atas, beberapa pin sengaja dipasang meskipun tidak digunakan.<br />
Hal ini tidak akan berakibat apa-apa, hanya agar kabel tampak lebih rapi. <img src='http://guntingbatukertas.com/wp-includes/images/blank.gif' alt=':)' title=':)' class='wp-smiley smiley-1' /> </p>
<p>Berikut adalah urutan pin kabel cross-over dengan posisi semua pasang kabel tetap dihubungkan (meski tidak digunakan):</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp3.gif"><img class="size-full wp-image-611 aligncenter" title="cable-utp3" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp3.gif" alt="cable-utp3" width="316" height="193" /></a></p>
<p><strong>Di mana lagi kabel Cross-over diperlukan?</strong><br />
Kabel <em>Cross </em>tidak hanya digunakan untuk menghubungkan komputer, tetapi juga berbagai perangkat lain. Koneksi lain yang dikenal paling sering dengan menggunakan kabel <em>Cross </em>adalah switch dan hub. Jika Anda memiliki dua hub dan Anda harus menghubungkan keduanya, Anda bisa menggunakan port uplink yang secara khusus ketika diaktifkan akan mem-by pass proses cross Tx dan RX sehingga seakan-akan kita tetap menggunakan kabel <em>Straight</em>. Trus bagaimana jika tidak ada uplink port atau ada tapi sudah dipakai?</p>
<p>Kabel cross akan memecahkan masalah Anda dan menghubungkan kedua hub dengan baik. Perhatikan ilustrasi berikut untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang apa yang saya bicarakan:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp4.gif"><img class="size-full wp-image-612 aligncenter" title="cable-utp4" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp4.gif" alt="cable-utp4" width="363" height="158" /></a></p>
<p>Seperti yang dapat Anda lihat dalam ilustrasi di atas, berkat adanya uplink port, Anda tidak memerlukan kabel <em>Cross</em>.</p>
<p>Mari sekarang kita lihat bagaimana jika kita tidak memiliki sisa port uplink. Dalam hal ini kita harus membuat sebuah kabel <em>cross-over</em> untuk menghubungkan kedua hub:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp5.gif"><img class="size-full wp-image-613 aligncenter" title="cable-utp5" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp5.gif" alt="cable-utp5" width="363" height="158" /></a></p>
<p>Saya juga sudah siapkan ilustrasi yang membandingkan kabel <em>Cross </em>dengan kabel <em>Straight </em>di bawah ini:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp6.gif"><img class="size-full wp-image-608 aligncenter" title="cable-utp6" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp6.gif" alt="cable-utp6" width="408" height="199" /></a></p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<div class="shr-publisher-607"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guntingbatukertas.com/hardware/jaringan/panduan-membuat-kabel-crossover-utp-cat5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>45</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panduan Setting Kabel UTP dengan Mode Straight</title>
		<link>http://guntingbatukertas.com/hardware/jaringan/panduan-setting-kabel-utp-dengan-mode-straight/</link>
		<comments>http://guntingbatukertas.com/hardware/jaringan/panduan-setting-kabel-utp-dengan-mode-straight/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 18:15:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salsabel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[cara buat kabel straight]]></category>
		<category><![CDATA[networking maintenance]]></category>
		<category><![CDATA[panduan kabel UTP LAN]]></category>
		<category><![CDATA[pengantar jaringan lan]]></category>
		<category><![CDATA[setting jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[urutan pin kabel LAN Straight]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.guntingbatukertas.com/?p=597</guid>
		<description><![CDATA[Kabel UTP memegang peran penting dalam setting jaringan LAN. Bagaimana sih cara membuat konektor kabel straight itu? Simak ulasan lengkapnya di sini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/kabel-utp-1.gif"><img class="size-full wp-image-604 alignleft" title="kabel-utp-1" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/kabel-utp-1.gif" alt="kabel-utp-1" width="150" height="119" /></a>Kali ini kita akan langsung fokus terutama pada kabel CAT5 karena tipe kabel ini paling populer saat ini. Di bagian bawah Anda juga akan mendapatkan informasi mengenai kabel klasik yang digunakan untuk kabel telepon (CAT1) juga.</p>
<p>Bagi yang pengen belajarjaringan, sangat penting bagi Anda untuk tahu bagaimana sebenarnya cara tepat untuk membuat koneksi kabel UTP karena inilah bagian dasar jaringan yang akan membantu anda menghindari frustrasi berjam-jam dan pemecahan masalah jika memulai dengan benar. Di sisi lain, jika Anda dihadapkan pada jaringan dengan kabel yang buruk, maka Anda akan dapat menemukan masalah dan memperbaikinya sehingga lebih efisien.</p>
<p><span id="more-597"></span></p>
<p><strong>Mengetahui setting kabel UTP</strong><br />
Mari kita lihat bagaimana UTP kabel dibuat.<br />
Ada 2 skema kabel populer yang kebanyakan digunakan saat ini, yakni: T-568A dan T-568B. Satu hal yang membedakan kedua skema ini adalah kode warna pasangan 2 dan 3 akan diposisikan silang. Keduanya bekerja dengan baik, selama Anda tidak mencampuradukkan aturan masing-masing.</p>
<p>Ujung kabel UTP dibuat dengan memasangkan konektor dengan bantuan tang UTP dan atau Crimping Tool.<br />
Konektor/steker UTP seringkali disebut sebagai &#8220;RJ-45&#8243;, tetapi sebenarnya istilah tersebut ditujukan untuk konektor 8 pin yang dipasangi pinout USOC untuk telepon. Konektor pada ujung kabel disebut sebagai &#8220;plug&#8221; dan tempat stopkontak/tempat menancapkan plut disebut sebagai &#8220;jack.&#8221;</p>
<p><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp-straight2.gif"><img class="size-medium wp-image-600 alignleft" title="cable-utp-straight2" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp-straight2-300x215.gif" alt="cable-utp-straight2" width="210" height="151" /></a>Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, UTP memiliki 4 pasang kabel yang dibuat saling melilit. sekarang mari kita lihat pasangan kabel terbut untuk melihat kode warna yang mereka miliki:</p>
<p>Seperti yang dapat Anda lihat pada gambar di sebelah kiri, 4 pasangan yang berlabel.<br />
Pasangan 2 dan 3 biasa digunakan untuk jaringan 10/100Mbit, sedangkan pasangan 1 dan 4 are tidak dipakai. Dalam Gigabit Ethernet, keempat pasangan ini digunakan.</p>
<p>Ethernet umumnya menggunakan jalur 8-kabel konduktor dengan plug dan jack 8-pin. Konektor standar disebut &#8220;RJ-45&#8243; mirip seperti konektor RJ-11 standar telepon, cuma agak sedikit lebih lebar karena memuat pin yang lebih banyak.</p>
<p><em>Catatan: Perlu diketahui bahwa skema pengkabelan yang akan kita bicarakan di sini adalah tentang kabel straight. <strong>Setting Kabel Cross </strong>dibahas di halaman yang berbeda. <a title="panduan membuat kabel utp cross over" href="http://www.guntingbatukertas.com/hardware/jaringan/panduan-membuat-kabel-crossover-utp-cat5">Temukan ulasan tersebut di sini. </a>Temukan juga panduan <strong>perkembangan kabel UTP </strong><a title="panduan membuat kabel utp cross over" href="http://www.guntingbatukertas.com/hardware/jaringan/panduan-membuat-kabel-crossover-utp-cat5"></a><a title="panduan kabel utp" href="http://www.guntingbatukertas.com/hardware/jaringan/mengenal-kabel-utp-unshielded-twisted-pair">di sini</a><br />
</em></p>
<p>Kedelapan-kabel konduktor data berisi 4 pasang kawat. Setiap pasang terdiri dari satu kabel dengan warna penuh dan satu kabel strip putih dari corak warna yang sama. kedua kabel dililitkan bersama. Untuk menjaga ketahanan Ethernet, Anda tidak perlu mengupas lebih dari yang dibutuhkan (cukup sekitar 1 cm).</p>
<p>Pasangan yang ditujukan untuk Ethernet 10 dan 100 Mbit adalah Orange dan Hijau. Dua pasangan yang lain, Coklat dan Biru, dapat digunakan untuk jaringan Ethernet kedua atau untuk sambungan telepon. Ada dua standar kabel UTP, yang pertama disebut &#8220;T568A&#8221; (juga disebut &#8220;EIA&#8221;) dan &#8220;T568B&#8221; (juga disebut &#8220;AT &amp; T&#8221; dan &#8220;258A&#8221;). Keduanya hanya berbeda dalam urutan kode warna- yakni, penempatan warna apa di pin yang mana, bukan pada sinyal listrik apa pada warna apa.</p>
<p>T-568A dianggap menjadi standar instalasi yang baru, sedangkan T-568B merupakan alternatif yang juga banyak digunakan. Sekedar informasi, perlu diketahui bahwa perlatan yang siap digunakan pada umunya disetting untuk tipe T568B. T568B juga merupakan standar AT&amp;T. Bahkan, menurut saya sangat sedikit orang yang menggunakan kawat T568A pada jaringan mereka. Informasi ini penting agar sistem pengkabelan tidak tercampur, karena Anda dan peralatan Anda bisa dibuat bingung karenanya <img src='http://guntingbatukertas.com/wp-includes/images/blank.gif' alt=':)' title=':)' class='wp-smiley smiley-1' /> </p>
<p><strong>Penempatan pin untuk skema T568B</strong></p>
<p>Perlu diketahui bahwa nomor pin ganjil selalu berwarna strip putih diikuti warna utama (1,3,5,7). Kabel yang dihubungkan ke Konektor RJ-45 dapat Anda lihat pada gambar di bawah ini:</p>
<p><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp-straight1.gif"><img class="size-medium wp-image-598 alignnone" title="cable-utp-straight1" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp-straight1-300x117.gif" alt="cable-utp-straight1" width="300" height="117" /></a></p>
<p><strong>Kode Warna untuk T568B</strong><br />
Warna Pin &#8211; nama pasangan<br />
1 putih-orange (pasangan 2) TxData +<br />
2 orange (pasangan 2) &#8230;&#8230;.. TxData &#8211;<br />
3 putih-hijau (Pasangan 3) .. RecvData +<br />
4 biru (pasangan 1)<br />
5 putih-biru (pasangan 1)<br />
6 hijau (Pasangan 3) &#8230;&#8230;&#8230;.. RecvData -<br />
7 putih-coklat (pasangan 4)<br />
8 coklat (pasangan 4)</p>
<p>Jack yang ditempelkan pada tembok mungkin disambungkan dalam urutan yang berbeda karena kabel seringkali dibuat cross-over dalam jack itu sendiri. Jack yang baik biasanya dilengkapi dengan diagram pengkabelan atau setidaknya urutan nomor pin. Perhatikan bahwa pasangan biru berada di tengah-tengah pin; pasangan ini menjelaskan posisi pasangan merah/hijau pasangan yang dapat digunakan untuk saluran telepon biasa dengan konektor RJ-11.<br />
(hijau=putih-biru;merah=biru)</p>
<p><strong>Penempatan pin untuk skema T568A</strong></p>
<p>Spesifikasi T568A membalik posisi kabel berwarna orange dan hijau sehingga pasangan 1 dan 2 berada di 4 pin tengah. (Perlu diketahui bahwa dalam konektor RJ-11 di atas, pasangan 1 dan 2 berada di 4 pin tengah) T568A berjalan:</p>
<p><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp-straight0.gif"><img class="size-medium wp-image-599 alignnone" title="cable-utp-straight0" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp-straight0-300x117.gif" alt="cable-utp-straight0" width="300" height="117" /></a></p>
<p><strong>Kode Warna untukT568A</strong><br />
Warna Pin &#8211; nama pasangan<br />
1 putih-hijau (Pasangan 3) .. RecvData +<br />
2 hijau (Pasangan 3) &#8230;&#8230;&#8230;. RecvData -<br />
3 putih-orange (pasangan 2) TxData +<br />
4 biru (pasangan 1)<br />
5 putih-biru (pasangan 1)<br />
6 jeruk (pasangan 2) &#8230;&#8230;&#8230; TxData &#8211;<br />
7 putih-coklat (pasangan 4)<br />
8 coklat (pasangan 4)</p>
<p>Diagram di bawah ini menunjukkan perbandingan antara 568A dan 568B:</p>
<p><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp-straight3.gif"><img class="size-medium wp-image-601 alignnone" title="cable-utp-straight3" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp-straight3-300x220.gif" alt="cable-utp-straight3" width="300" height="220" /></a></p>
<p><strong>Kapan dan dimana tipe kabel ini digunakan?</strong></p>
<p>Penggunaan kabel straight yang paling umum adalah sambungan antara PC dan hub/switch. Dalam hal ini PC terhubung langsung ke hub/switch yang otomatis membuat cross-over secara internal dengan menggunakan sirkuit khusus. Dalam kasus penggunaan kabel CAT1, yang biasa digunakan pada saluran telepon, hanya 2 kawat yang digunakan. Koneksi tipe ini tidak memerlukan cross-over khusus karena telepon terhubung langsung ke soket telepon.</p>
<p><a href="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp-straight4.gif"><img class="size-full wp-image-605 alignnone" title="cable-utp-straight4" src="http://www.guntingbatukertas.com/wp-content/uploads/2009/02/cable-utp-straight4.gif" alt="cable-utp-straight4" width="298" height="198" /></a></p>
<p>Gambar di atas menunjukkan kepada kita standar CAT5 straight yang biasa digunakan untuk menghubungkan PC ke HUB. Anda mungkin sedikit bingung karena Anda mungkin beranggapan data TX + dari satu sisi untuk tersambung ke TX + di sisi lainnya, namun bukan begitu cara kerjanya.</p>
<p>Bila Anda menghubungkan PC ke HUB, HUB yang akan secara otomatis menyilang kabel Anda dengan sirkuit internal, alhasil Pin 1 dari PC (TX +) dihubungkan ke Pin 1 HUB (yang terhubung ke RX +). Hal ini juga berlaku pada pin yang lain.</p>
<p>Jika tidak HUB tidak menyilang posisi pin melalui sirkuit internal (hal ini terjadi jika Anda menggunakan Uplink port pada hub) maka Pin 1 dari PC (TX +) akan terhubung ke Pin 1 HUB (dalam hal ini TX +). Jadi Anda cermati bahwa tidak peduli apapun yang kita lakukan pada port HUB (uplink atau normal), sinyal ditetapkan pada 8 pin pada PC, akan selalu tetap sama, maka setting pin di HUB yang akan berubah sesuai dengan posisi normal atau <em>uplink</em>.</p>
<p>Bagaimana, cukup jelas bukan?</p>
<div class="shr-publisher-597"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guntingbatukertas.com/hardware/jaringan/panduan-setting-kabel-utp-dengan-mode-straight/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

